Wednesday, 14 October 2026
Home Lokal Kemenekraf Dorong Talenta Muda Bogor Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

Kemenekraf Dorong Talenta Muda Bogor Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

0
16
Kemenekraf Dorong Talenta Muda Bogor Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

KitaBogor – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong talenta muda dan pelaku usaha kreatif memanfaatkan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan bisnis. Upaya tersebut diwujudkan melalui Creative Technology Future Talents Workshop bertema “AI for Business Development” di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira, Kota Bogor, Minggu (11/10/2026).

Workshop ini membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan, riset pasar, pengembangan ide bisnis, hingga penyusunan strategi usaha.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan teknologi memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemanfaatan AI dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi, memahami kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan mengeksplorasi model bisnis baru.

Namun, menurut Dandy, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi dengan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman terhadap etika teknologi.

“Bagi teman-teman yang sudah cukup familiar dengan AI, tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar bagaimana menggunakan AI, tetapi bagaimana menggunakannya secara lebih strategis untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai, termasuk bagaimana etika pemanfaatan AI,” ujar Dandy.

Ia menegaskan, penggunaan AI tidak serta-merta membuat seseorang lebih inovatif atau menjamin perkembangan bisnis. Pengguna tetap perlu memahami persoalan yang ingin diselesaikan, memeriksa keakuratan informasi, dan memvalidasi hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.

Materi workshop mencakup pengenalan tren AI, teknik menyusun prompt yang efektif, eksplorasi ide bisnis, riset target pasar, analisis Business Model Canvas (BMC), serta etika dan keamanan data.

Terang AI dan Kayu Rambat Labs Bagikan Pengalaman

Untuk memberikan gambaran penerapan teknologi dalam dunia usaha, workshop ini menghadirkan dua startup, yakni Terang AI dan Kayu Rambat Labs.

Co-Founder sekaligus CEO Terang AI, Muhamad Fahriza Novriansyah, memperkenalkan pemanfaatan AI dalam pembelajaran yang lebih personal. Teknologi tersebut dapat membantu pengguna mempersiapkan ujian dan wawancara sesuai kebutuhan belajar masing-masing.

Terang AI juga meraih Excellence Award dalam BRICS Industrial Innovation Contest 2025 serta menjalankan inisiatif pembelajaran bagi pelajar dan pencari beasiswa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Fahriza berharap pelatihan AI dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan bisnis.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam ekosistem ekonomi kreatif di Bogor. Berbagai kegiatan daerah, seperti Hari Jadi Bogor dan Festival Merah Putih. Dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi UMKM, termasuk pedagang kecil yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Rifyal Rachmat dari Kayu Rambat Labs memperkenalkan NusaPersona, platform riset pasar berbasis Agentic AI yang dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami respons konsumen dan memperoleh wawasan pasar.

Platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyimulasikan respons konsumen, menguji asumsi bisnis, serta membantu analisis penentuan lokasi dan harga. Pendekatan ini juga dapat mendukung validasi produk sebelum pelaku usaha mengalokasikan investasi lebih lanjut.

Kayu Rambat Labs sendiri merupakan peraih juara II kategori Profesional dalam Bank Indonesia PIDI 2026 Hackathon.

Kehadiran kedua startup tersebut memperlihatkan beragam peluang pemanfaatan AI, mulai dari mendukung proses pembelajaran hingga membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan analisis pasar.

Creative Hub Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi

Dandy menjelaskan, Creative Technology Future Talents Workshop merupakan bagian dari program Aktivasi Creative Hub Kementerian Ekonomi Kreatif. Program ini bertujuan menghidupkan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi bagi talenta serta pelaku ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Tetapi juga mampu menghasilkan gagasan konkret yang dapat dikembangkan menjadi karya maupun peluang usaha.

“Jadilah generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengarahkannya untuk tujuan yang baik. Jadilah generasi yang tidak hanya melihat peluang, tetapi berani mewujudkannya,” kata Dandy.

Pemanfaatan AI secara produktif dan bertanggung jawab diharapkan dapat membantu talenta muda mengembangkan potensi. Memperkuat daya saing usaha, serta menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui penguatan kapasitas teknologi dan kolaborasi di daerah. Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong agar potensi lokal dapat berkembang menjadi peluang bisnis kreatif yang lebih luas. (Hen)

Previous articleKementerian Ekraf Latih 33 Pelaku Fesyen Tangsel, Bidik Pasar Global
Next articleAnak-anak Kampung Pasir Angin Ikuti Simulasi Gempa dalam Edukasi Mitigasi Bencana