Wednesday, 7 October 2026
Home Lokal Pemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

Pemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

0
4
Pemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

KitaBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah.

Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor meningkatkan akses dan partisipasi anak terhadap layanan pendidikan, sehingga angka partisipasi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bogor dapat terus meningkat.

Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun pemahaman bersama mengenai peran PAUD dalam mendukung kebijakan pendidikan pemerintah pusat, termasuk wajib belajar 13 tahun.

“Sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun,” ujar Yantie Rachim di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Senin (5/10/2026).

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari guru PAUD serta komite PAUD dari enam kecamatan di Kota Bogor.

Pada hari pertama, peserta berasal dari Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur. Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat.

PAUD Perlu Perhatikan Tahap Tumbuh Kembang Anak

Dalam kesempatan tersebut, Yantie menekankan pentingnya orang tua dan pendidik. Memahami tahapan tumbuh kembang anak, terutama pada usia 4–6 tahun.

Menurutnya, stimulasi pendidikan harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak dan tidak dilakukan dengan memaksakan kemampuan akademik yang belum siap diterima.

“Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” kata Yantie.

Ia menilai pendidikan anak usia dini harus menjadi fondasi bagi perkembangan anak. Karena itu, proses belajar perlu memberikan ruang bagi perkembangan otak dan kemampuan anak sesuai dengan usianya.

Yantie juga menyoroti kondisi anak usia sekolah dasar yang mulai merasa bosan belajar. Menurutnya, hal tersebut dapat berkaitan dengan minimnya kesempatan bermain pada usia dini akibat anak terlalu banyak diarahkan pada aktivitas akademik.

Orang Tua dan Guru Perlu Berkolaborasi

Menurut Yantie, proses belajar anak membutuhkan konsistensi dan contoh nyata dari lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut penting karena anak merupakan peniru yang baik dan membutuhkan contoh yang jelas dalam proses tumbuh kembangnya.

Karena itu, ia berharap para guru dan komite PAUD yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen informasi sekaligus turut menyukseskan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”.

“Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan,” ujarnya.

Yantie juga mengajak seluruh pihak untuk menempatkan kebutuhan tumbuh kembang anak sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

“Biarkan anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Sebagai orang tua terus dampingi dan berikan dukungan dengan memberikan stimulasi terbaik bagi kebutuhan anak,” pungkasnya. (Mur)

Previous articlePrabowo Hibahkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor