Thursday, 24 September 2026
Home Nasional POLRI dan Seasoldier Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Denpasar

POLRI dan Seasoldier Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Denpasar

0
5
POLRI dan Seasoldier Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Denpasar

KitaBogor – Upaya menjaga ekosistem pesisir kembali dilakukan melalui kolaborasi antara POLRI dan Seasoldier. Keduanya menanam 1.000 bibit mangrove di Arboretum Mangrove Park, Pedungan, Denpasar, Bali, pada 22 September 2026.

Kegiatan bertajuk “Environmental Concern: Penanaman 1.000 Mangrove POLRI x Seasoldier” tersebut menjadi bagian dari rangkaian The International Association of Women Police (IAWP) Training Conference Bali 2026.

Penanaman mangrove kali ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Seasoldier bersama POLRI juga menyiapkan program monitoring dan perawatan setiap dua bulan sekali selama satu tahun ke depan.

Hasil monitoring nantinya akan dilengkapi dengan laporan analisis dan data yang dapat diakses secara daring melalui Dashboard Seasoldier. Laporan tersebut juga akan dibagikan melalui akun resmi media sosial POLRI dan IAWP serta diterbitkan di majalah daring POLRI.

Menjaga Pesisir dari Ancaman Abrasi

Penanaman mangrove dilakukan di tengah perhatian terhadap kondisi garis pantai Bali yang menghadapi ancaman abrasi.

Penelitian berjudul “Spatiotemporal analysis of shoreline change trends and adaptation in Bali Province, Indonesia” yang terbit pada 2024 mencatat adanya perubahan garis pantai Bali dalam periode 2016–2021.

Dalam penelitian tersebut, panjang garis pantai Bali disebut menyusut dari 668,64 kilometer menjadi 662,59 kilometer, dengan rata-rata penyusutan sekitar 1,21 meter per tahun.

Mangrove menjadi salah satu ekosistem yang berperan dalam melindungi kawasan pesisir. Sistem perakarannya dapat membantu meredam energi gelombang dan menahan sedimen, sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai biota.

Upaya perlindungan ekosistem mangrove di Bali juga telah memiliki landasan kebijakan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kawasan Ekosistem Mangrove.

Penanaman Harus Diikuti Perawatan

Founder dan COO Seasoldier, Dinni Septianingrum, mengatakan penanaman mangrove perlu dilakukan secara konsisten dan disertai pemantauan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.

“Penanaman mangrove di Indonesia harus konsisten dan masif serta berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuannya agar tidak sia-sia. Kita berkejaran dengan alih fungsi lahan, maka rehabilitasi mangrove menjadi solusi yang sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan pesisir,” ujar Dinni.

Menurutnya, menjaga pesisir juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dan wilayah pesisir.

Dinni turut mengapresiasi POLRI dan IAWP yang melibatkan peserta dari berbagai negara untuk melihat langsung sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan di Bali.

Bagian dari Green Policing

Dari pihak POLRI, kegiatan penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kepedulian Polisi Wanita Republik Indonesia terhadap pelestarian lingkungan.

Ketua Seksi Environmental Concern, KBP Siwi Erma, S.I.K., mengatakan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program Green Policing yang tengah didorong POLRI.

“Gerakan penanaman mangrove ini merupakan bentuk nyata komitmen kepedulian Polisi Wanita Republik Indonesia. Terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan merupakan salah satu bentuk implementasi program Green Policing yang sedang digelorakan oleh Polri,” ujar Siwi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari agenda IAWP 63rd Annual Training Conference 2026 yang mengangkat tema “Women Leading Global Change”.

Melalui kegiatan ini, peserta konferensi dari IAWP diajak terlibat. Dalam penanaman hingga rencana monitoring dan perawatan 1.000 pohon mangrove di Arboretum Mangrove Park Bali.

Melibatkan Berbagai Pihak

Kegiatan tersebut turut dihadiri President of The International Association of Women Police (IAWP) Julia Jaeger, Polwan RI, Bhayangkari, Bendesa Desa Pedungan, serta Mangrove Ranger sebagai kolaborator lokal.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus membangun kesadaran bahwa rehabilitasi mangrove membutuhkan proses jangka panjang.

Seasoldier berharap kolaborasi bersama POLRI dan IAWP tersebut dapat berkembang ke kawasan pesisir lainnya di Indonesia.

Dengan adanya penanaman yang diikuti monitoring dan perawatan, kegiatan ini diarahkan agar tidak berhenti sebagai aksi simbolis, tetapi dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dan masyarakat di sekitarnya. (Hen)

Previous articleWorld Rhino Day, Aston Serang Ajak Anak Kenal Badak Jawa
Next articleArchipelago Hotels Ubah Dua Kamar YPKAI Surabaya untuk Anak Pejuang Kanker