Monday, 21 September 2026
Home Bisnis dan Keuangan Pasar Bersih Jambu Dua Tak Sekadar Pasar, Kini Jadi Ruang Tumbuh UMKM...

Pasar Bersih Jambu Dua Tak Sekadar Pasar, Kini Jadi Ruang Tumbuh UMKM Kuliner

0
4
Pasar Bersih Jambu Dua Tak Sekadar Pasar, Kini Jadi Ruang Tumbuh UMKM Kuliner

KitaBogor – Sebuah pasar tidak selalu berhenti pada aktivitas jual beli. Di Pasar Bersih Jambu Dua, Kota Bogor, kawasan perdagangan bahan pangan kini berkembang dengan ruang baru bagi masyarakat yang ingin mencoba membangun usaha.

Transformasi dari Pasar Induk Jambu Dua menjadi Pasar Bersih Jambu Dua turut menghadirkan sentra kuliner UMKM.

Di tempat ini, pelaku usaha dengan skala terbatas mendapatkan ruang untuk mencoba mengembangkan bisnis sekaligus berhadapan langsung dengan konsumen.

Konsep tersebut membuat Pasar Bersih Jambu Dua berkembang bukan hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pemberdayaan UMKM kuliner.

Ketika PHK Membuka Jalan Baru

Dalam kunjungannya ke kawasan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menemukan sejumlah cerita pedagang yang menarik.

Ada pelaku UMKM yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat PHK. Setelah mengalami perubahan kondisi ekonomi, ia kemudian mencoba membangun usaha kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua.

Bagi Dedie, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kehilangan pekerjaan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan ekonomi seseorang. Dengan adanya ruang dan kesempatan, masyarakat dapat mencoba membangun sumber penghasilan baru.

“Melihat peluang di Pasar Jambu Dua, daya juangnya kembali bangkit. Padahal kita tahu, PHK itu satu kondisi yang berat bagi perekonomian seseorang,” ujar Dedie, Sabtu (19/9/2026).

Namun, memulai usaha juga memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat dengan modal terbatas.

Mengurangi Beban Saat Memulai Usaha

Salah satu persoalan yang dihadapi pengusaha pemula adalah biaya tempat usaha.

Bagi mereka yang baru mencoba berjualan, menyewa ruko atau ruang usaha dengan biaya tinggi dapat menjadi risiko yang cukup besar.

Karena itu, Pemkot Bogor bersama investor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya menyediakan dukungan melalui skema insentif bagi pelaku usaha di sentra kuliner Pasar Bersih Jambu Dua.

Dedie mengatakan pendekatan tersebut salah satunya ditujukan kepada usaha rintisan.

“Karena untuk berkembang dan maju, modal yang terbatas itu harus dibarengi dengan risiko yang kecil. Makanya kita bantu dengan insentif,” jelasnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut diberikan kepada masyarakat yang memiliki kemauan untuk mencoba dan mengembangkan usaha.

Laboratorium Ekonomi Kerakyatan

Sentra kuliner Pasar Bersih Jambu Dua kemudian menjadi ruang yang mempertemukan berbagai cerita usaha.

Ada pelaku usaha yang sedang mencoba membangun bisnis dari awal, ada pula masyarakat yang memanfaatkan peluang setelah mengalami perubahan kondisi pekerjaan.

Dari proses tersebut, kawasan pasar dapat menjadi tempat belajar yang nyata bagi pelaku UMKM.

Konsep tersebut juga membuka peluang bagi daerah lain untuk mempelajari bagaimana ruang perdagangan dapat dikembangkan sekaligus menjadi tempat pemberdayaan masyarakat.

Dedie menyebut dukungan pemerintah bukan dimaksudkan untuk membuat pelaku usaha berjalan sendiri tanpa tantangan, melainkan memberikan ruang awal agar mereka dapat mencoba dan berkembang.

“Ini adalah wujud nyata keberpihakan dan kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Ada pemerintah yang hadir menemani, merangkul untuk bangkit, berusaha, dan berkembang,” katanya.

Tumbuh Bersama

Pada akhirnya, pengembangan Pasar Bersih Jambu Dua tidak hanya berbicara tentang bangunan dan fasilitas pasar.

Ada ekosistem usaha yang sedang dibangun melalui pertemuan antara pemerintah, investor, pengelola pasar, pedagang, dan konsumen.

Bagi Dedie, kebersamaan menjadi modal penting agar model pemberdayaan tersebut dapat berjalan.

“Dengan usaha bersama secara kolektif, laboratorium UMKM kuliner ini dapat tumbuh, maju, dan berkembang.”

Dari pasar bahan pangan hingga sentra kuliner, Pasar Bersih Jambu Dua kini menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan perdagangan dapat sekaligus menjadi tempat masyarakat mencoba membangun kembali perekonomian mereka. (Mur)

Previous articleKemenkes Ingatkan Risiko Burnout pada Caregiver Demensia Generasi Y dan Z
Next articlePerpustakaan Keliling Hadir di CFD Tegar Beriman, Warga Bisa Baca Buku Gratis