Friday, 18 September 2026
Home Lokal Program 1000 Pintu APSAI Kota Bogor Hadirkan Ruang Privasi hingga Beasiswa untuk...

Program 1000 Pintu APSAI Kota Bogor Hadirkan Ruang Privasi hingga Beasiswa untuk Anak

0
5
Program 1000 Pintu APSAI Kota Bogor Hadirkan Ruang Privasi hingga Beasiswa untuk Anak

KitaBogor – Upaya memperluas perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Bogor mendapat dorongan melalui peluncuran Program 1000 Pintu yang diinisiasi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bogor.

Program tersebut diluncurkan di IPB Convention Center, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (17/9/2026), dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, Yantie Rachim.

Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Henny Nurliani, mengatakan Program 1000 Pintu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperluas akses perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“1000 pintu bermakna 1000 peluang, 1000 kepedulian, dan 1000 masa depan yang lebih aman serta lebih baik bagi anak-anak di Kota Bogor. Apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya,” ujar Henny.

Sementara itu, Ketua APSAI Kota Bogor, Deswaty Diningsih, menjelaskan Program 1000 Pintu memiliki tiga fokus utama. Ketiganya meliputi pembangunan ruang privasi bagi anak di rumah warga prasejahtera, program Gembira (Gerakan Bergizi Seimbang untuk Keluarga), serta pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi asal Kota Bogor.

Bantu Hadirkan Ruang Privasi bagi Anak

Melalui Program 1000 Pintu, APSAI bersama berbagai pihak membantu membuat sekat atau dinding tambahan di rumah warga prasejahtera yang belum memiliki ruang privasi bagi anak.

Bantuan tersebut ditujukan agar anak memiliki ruang istirahat yang lebih aman dan nyaman tanpa harus bercampur dengan anggota keluarga lainnya.

“1000 Pintu diluncurkan untuk memberikan ruang privasi bagi anak-anak. APSAI bergerak untuk melindungi anak-anak. Program ini menargetkan 1000 rumah tanpa dibatasi waktu. Artinya, kami membantu masyarakat prasejahtera membuat penyekatan. Sehingga dapat menjadi kamar atau ruang privasi bagi anak agar lebih aman,” terang Deswaty.

Menurutnya, sebagian masyarakat sebenarnya memiliki keinginan untuk menyediakan kamar bagi anak-anak. Namun, kondisi ekonomi membuat keluarga harus lebih dahulu memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari.

Hingga saat ini, APSAI Kota Bogor telah menyelesaikan bantuan pembangunan Program 1000 Pintu di enam rumah. Sementara dua rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan ruang yang lebih layak dan memberikan rasa aman bagi anak-anak di tengah keterbatasan kondisi rumah.

Program Gembira dan Beasiswa

Selain penyediaan ruang privasi, APSAI Kota Bogor juga menjalankan program Gembira berupa penyediaan makanan bergizi dengan harga Rp3 ribu.

Program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 49 kali dan akan memasuki pelaksanaan ke-50. Dalam setiap kegiatan, APSAI menyediakan makanan untuk sekitar 200 orang.

Program lainnya adalah pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi asal Kota Bogor.

Pendanaan berbagai program APSAI Kota Bogor berasal dari dukungan corporate social responsibility (CSR) perusahaan anggota APSAI, donasi, sponsor, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.

Deswaty berharap semakin banyak pihak dapat terlibat dan menyalurkan CSR melalui program-program yang diinisiasi APSAI Kota Bogor.

“Untuk program Gembira dan beasiswa, APSAI Kota Bogor berkomitmen menjadi fasilitator yang menghubungkan kebutuhan dunia usaha. Memastikan dana CSR tepat sasaran dan transparan, serta menjadi penggerak untuk mengajak lebih banyak pihak dalam upaya perlindungan anak,” pungkasnya.

Melalui Program 1000 Pintu, APSAI Kota Bogor berupaya menghubungkan dukungan dunia usaha dengan kebutuhan masyarakat. Khususnya dalam menghadirkan lingkungan yang lebih aman, pemenuhan kebutuhan gizi, serta akses pendidikan bagi anak-anak. (Mur)

Previous articleResmi Dibuka, FLOII Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Florikultura dan Gaya Hidup Berbasis Alam
Next articlePSEL Bogor Raya 1 Dimulai, Kota Bogor Dapat Alokasi Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari