Thursday, 17 September 2026
Home Lifestyle Misteri Pembunuhan Berantai Terkuak di Final Trailer Lobang Buaya

Misteri Pembunuhan Berantai Terkuak di Final Trailer Lobang Buaya

0
4
Misteri Pembunuhan Berantai Terkuak di Final Trailer Lobang Buaya

KitaBogor – Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026, Adhya Pictures dan Dapur Film merilis final trailer serta poster terbaru film horor-misteri Lobang Buaya.

Disutradarai Hanung Bramantyo, trailer berdurasi sekitar dua menit tersebut mulai membuka lapisan misteri di balik serangkaian pembunuhan yang terjadi di Desa Lobang Buaya pada 1964.

Jika materi promosi sebelumnya lebih banyak memperlihatkan teror mistis, final trailer kali ini memberikan petunjuk baru bahwa para korban pembunuhan merupakan pejabat desa yang memiliki rekam jejak korup.

Pembunuhan Berantai Setiap Tanggal 30

Dalam trailer, kematian para pejabat desa digambarkan terjadi secara berulang setiap tanggal 30. Para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan punggung berlubang.

Tidak hanya itu, kulit sejumlah korban juga disayat hingga membentuk kata-kata yang menyindir perilaku mereka, seperti “Goroh” yang berarti dusta dan “Kemaruk” yang berarti serakah.

Rangkaian kematian tersebut kemudian dikaitkan dengan legenda Hantu Bolong serta praktik okultisme yang melibatkan kitab Ghayat al-Hakim.

Teror tersebut turut tergambar dalam poster terbaru yang menampilkan Soegeng, diperankan Baskara Mahendra, dan Arum, yang dimainkan Carissa Perusset, di balik sosok perempuan dengan punggung berlubang.

Baskara Mahendra Jadi Penyelidik Misteri

Cerita berpusat pada Letnan Soegeng, seorang perwira militer yang mendapat tugas menyelidiki kasus pembunuhan berantai di Desa Lobang Buaya.

Dalam proses penyelidikan, Soegeng justru menghadapi persoalan yang semakin rumit. Ia harus berhadapan dengan intrik elite yang berusaha menyembunyikan kebusukan mereka, sekaligus menghadapi teror gaib yang mulai mengancam istrinya, Arum Wangi.

Baskara Mahendra mengatakan penonton akan diajak mengikuti proses penyelidikan bersama karakter Soegeng.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini. Penonton diajak mengikuti perjalanan yang tidak hanya menegangkan dan seru, tetapi juga membuat kita bertanya: siapa sebenarnya yang paling berdosa dalam kisah ini?”

Hanung Bramantyo Angkat Isu Ketidakadilan

Di balik cerita horor dan misteri, Hanung Bramantyo menggunakan latar 1964 sebagai ruang untuk membicarakan persoalan ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menurut Hanung, meski cerita film merupakan fiksi, persoalan yang diangkat masih memiliki relevansi dengan keresahan masyarakat hingga saat ini.

“Melalui cerita ini, saya ingin menunjukkan bagaimana kita sebagai masyarakat sering kali dicurangi oleh ketidakadilan mereka yang berkuasa.”

Dengan perpaduan horor, thriller, misteri pembunuhan, dan kritik sosial, Lobang Buaya menawarkan cerita yang tidak hanya mengandalkan teror supernatural.

Tampil di Festival Film Internasional

Sebelum dirilis untuk penonton Indonesia, Lobang Buaya telah lebih dahulu hadir di sejumlah festival film internasional.

Film ini mencatatkan World Premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 dan mendapatkan sambutan positif. Melalui pemutaran yang sold out di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset, film ini turut diperkuat oleh Iskak Khivano, Anya Zen, dan aktor senior Mathias Muchus.

Setelah perjalanan di festival internasional, Lobang Buaya akan menyapa penonton Indonesia secara serentak mulai 1 Oktober 2026.

Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film ini menjanjikan perpaduan misteri pembunuhan, teror mistis. Serta intrik kekuasaan yang perlahan mengungkap pertanyaan utama: siapa sebenarnya dalang di balik kematian para pejabat desa tersebut? (Mur)

Previous articlePerkuat Kontribusi Sosial, PSMTI Jalin Kerja Sama Strategis dengan RAHO
Next articleArtotel Group Dukung Pengembangan Aset Olahraga Jabar Jadi Destinasi Sport Tourism dan Wellness