Saturday, 5 September 2026
Home Event Sawala Dasa Wacana #16 Bahas Polemik Lekra dan Manifes Kebudayaan, Masih Relevan...

Sawala Dasa Wacana #16 Bahas Polemik Lekra dan Manifes Kebudayaan, Masih Relevan Hari Ini

0
6
Sawala Dasa Wacana #16 Bahas Polemik Lekra dan Manifes Kebudayaan, Masih Relevan Hari Ini

KitaBogor – Perdebatan antara Lekra dan Manifes Kebudayaan akan menjadi tema utama dalam Lingkar Diskusi Sawala Dasa Wacana #16 yang digelar pada Kamis, 10 September 2026.

Diskusi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Mengangkat tema “Esensi Polemik Kebudayaan antara Lekra dan Manifes Kebudayaan bagi Bangsa Indonesia”, forum ini akan mengajak peserta melihat kembali salah satu perdebatan penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia sekaligus menghubungkannya dengan persoalan kehidupan bangsa hari ini.

Polemik antara Lekra dan Manifes Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai catatan mengenai pertarungan gagasan dua kelompok kebudayaan. Perdebatan tersebut juga membuka pertanyaan lebih luas mengenai hubungan antara seni, kebudayaan, ideologi, kekuasaan, rakyat, dan kebebasan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai tetap relevan ketika kehidupan kebudayaan Indonesia saat ini berhadapan dengan berbagai kepentingan, mulai dari politik hingga perkembangan media digital dan dominasi pasar.

Ketika Kebudayaan Dituntut Berpihak

Salah satu persoalan yang akan menjadi pemantik diskusi adalah mengenai keberpihakan kebudayaan.

Apakah kebudayaan harus berpihak? Jika harus berpihak, kepada siapa keberpihakan tersebut ditujukan?

Pertanyaan itu kemudian berkembang pada posisi seniman dalam melihat berbagai persoalan sosial. Ketika seorang seniman berbicara mengenai ketidakadilan, misalnya, apakah tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kebudayaan atau justru dapat dianggap membawa kepentingan politik tertentu?

Di sisi lain, muncul pula pertanyaan apakah kebudayaan benar-benar mungkin bersikap netral ketika seni dan ekspresi kebudayaan tumbuh di tengah realitas ketimpangan sosial, kekuasaan, serta beragam kepentingan.

Forum Sawala Dasa Wacana #16 akan menjadikan pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai ruang untuk menguji kembali pemikiran tentang posisi kebudayaan dalam kehidupan berbangsa.

Delapan Pertanyaan Kritis

Dalam diskusi tersebut, peserta akan diajak membahas sejumlah pertanyaan kritis.

Pertama, apakah seni dan kebudayaan mungkin benar-benar bebas dari kepentingan politik dan ideologi?

Kedua, jika kebudayaan harus berpihak kepada rakyat, siapa yang memiliki kewenangan menentukan makna dan suara “rakyat”?

Ketiga, apakah kebebasan berekspresi dapat dipisahkan dari tanggung jawab terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan?

Pertanyaan berikutnya menyentuh posisi negara: sampai sejauh mana negara berhak menentukan arah, nilai, serta batas kebudayaan nasional?

Diskusi juga akan melihat mengapa perbedaan gagasan kebudayaan dalam sejarah Indonesia pernah berkembang menjadi pertentangan politik yang saling meniadakan.

Tidak kalah penting, forum ini akan mempertanyakan apakah bangsa Indonesia telah benar-benar mengambil pelajaran dari perdebatan Lekra dan Manifes Kebudayaan.

Dalam konteks hari ini, pertanyaan tersebut diperluas dengan melihat pengaruh pasar, media digital, dan kepentingan politik terhadap arah kebudayaan.

Lantas, siapa yang sesungguhnya menjadi “panglima” kebudayaan Indonesia hari ini: rakyat, negara, ideologi, pasar, atau kekuasaan?

Pertanyaan terakhir mengarah pada kemungkinan membangun kebudayaan yang berpihak pada keadilan sosial tanpa harus membungkam kebebasan berpikir dan berekspresi.

Mencari Jalan Kebudayaan Indonesia

Seluruh pertanyaan tersebut bermuara pada satu persoalan pokok.

Setelah lebih dari enam dasawarsa sejak perdebatan Lekra dan Manifes Kebudayaan. Apakah Indonesia telah menemukan jalan kebudayaan yang mampu mempertemukan keberpihakan kepada rakyat, kebebasan berkarya, kemanusiaan, dan keadilan?

Atau, jangan-jangan perdebatan lama tersebut sebenarnya belum selesai. Dan hanya hadir dalam bentuk yang berbeda di tengah kehidupan bangsa hari ini?

Pertanyaan itulah yang akan menjadi ruang refleksi dalam Lingkar Diskusi Sawala Dasa Wacana #16.

Melalui forum diskusi, sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai sesuatu yang telah berlalu. Tetapi juga sebagai bahan untuk membaca kembali persoalan kebudayaan Indonesia di tengah perubahan zaman.

Lingkar Diskusi Sawala Dasa Wacana #16 digelar Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kp. Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. (Red)

Previous articleMabes Polri Gelar ToT Paham AI bagi Pelajar SMA/SMK di Wilayah Polsek Cijeruk
Next article60 Seconds to Tokyo Hadir di 130 Hotel Archipelago, Bawa Japanese Street Food ke Aston Priority Simatupang