Wednesday, 26 August 2026
Home Event APIMFA Resmi Hadir, Hubungkan Festival Musik Asia Pasifik dan Buka Peluang Kolaborasi...

APIMFA Resmi Hadir, Hubungkan Festival Musik Asia Pasifik dan Buka Peluang Kolaborasi Lintas Negara

0
4
APIMFA Resmi Hadir, Hubungkan Festival Musik Asia Pasifik dan Buka Peluang Kolaborasi Lintas Negara

KitaBogor – Industri festival musik di kawasan Asia Pasifik memasuki babak baru dengan hadirnya Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA), sebuah jejaring yang mempertemukan pelaku festival dan industri musik dari berbagai negara.

APIMFA resmi diperkenalkan dalam gelaran LaLaLa Festival Jakarta 2026, Jumat (21/8/2026). Jejaring ini melibatkan perwakilan industri musik dari sejumlah pasar utama Asia Pasifik, termasuk Mainland China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Indonesia, dan Filipina.

Kehadiran APIMFA diarahkan untuk memperkuat koneksi antarpasar, membuka akses yang lebih luas bagi artis dan audiens, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi di antara festival musik di kawasan.

Setiap negara memiliki karakter industri, selera audiens, dan ekosistem musik yang berbeda. APIMFA hadir untuk menjadikan keberagaman tersebut sebagai peluang kolaborasi.

Salah satu kekuatan APIMFA berasal dari pengalaman para pendiri dan pelaku industri yang telah membangun festival maupun ekosistem musik di negara masing-masing.

Dari Mainland China, Shen Yue, Vice President Modern Sky, membawa pengalaman dari Strawberry Music Festival. Sejak pertama kali digelar pada 2009, festival tersebut telah berkembang menjadi 168 edisi di 50 kota, menghadirkan lebih dari 7.500 penampilan artis dan mencatat lebih dari 8 juta pengunjung hingga Juni 2025.

Jepang diwakili Yuta Nomura, organizer CUEW Showcase and Conference, yang selama ini menjadi salah satu platform pertemuan artis Jepang dan Asia dengan profesional musik internasional melalui pertunjukan, konferensi, dan networking.

Dari Korea Selatan, Kwangmin Seo, Project Manager Zandari Festa sekaligus Founder Whaley Time, membawa pengalaman di bidang showcase, artist booking, hubungan internasional, serta tur lintas negara.

Sementara dari Taiwan hadir Chris Liu, Production Director FIREBALL Fest. Festival rock dan alternative yang diluncurkan pada 2017 tersebut dikenal dengan standar produksi serta inovasi dalam penyelenggaraan festival.

Thailand turut memberikan perspektif melalui Sarun, CEO Fungjai. Platform yang berdiri sejak 2014 tersebut mengembangkan koneksi antara musisi independen dan penggemar melalui streaming, media, dan berbagai kegiatan musik.

Dari Indonesia, APIMFA diperkuat Dewi Gontha, Presiden Direktur PT Java Festival Production, yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam bisnis, marketing, dan event management.

Di bawah kepemimpinannya, Java Jazz Festival berkembang menjadi salah satu festival jazz yang dikenal di dunia, sementara Java Festival Production menjadi salah satu promotor musik besar di Indonesia.

Indonesia juga menjadi bagian penting melalui LaLaLa Festival yang dipimpin Donny Heru, CEO The Group. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri live events, Donny memiliki rekam jejak dalam penyelenggaraan konser dan festival internasional.

Jejaring APIMFA juga mencakup Row One Asia dari Singapura serta Untitled Group dari Australia. Keduanya memperkuat hubungan APIMFA dengan pasar musik Asia Tenggara dan Australia.

Selain para founding members, peluncuran APIMFA turut menghadirkan Johnnie Moylett dari Fuji Rock Festival, Jepang. Ia menilai kolaborasi lintas pasar semakin penting bagi perkembangan industri festival musik di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, setiap pasar memiliki karakter dan cara tersendiri dalam membangun pengalaman festival. Karena itu, pertukaran pengalaman dan koneksi antarpasar dapat memperkaya ekosistem musik regional.

Dari Networking ke Program Nyata

APIMFA tidak hanya ingin menjadi wadah networking. Organisasi ini menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk mengubah koneksi antarpasar menjadi kolaborasi nyata.

Program pertama adalah Cross-Market Collaboration, yang mendorong pertukaran pengetahuan kuratorial, integrasi sumber daya, serta promosi lintas pasar antaranggota.

Kedua, Artist Exchange Program, yang membuka jalur bagi musisi. Untuk tampil di festival di berbagai negara Asia Pasifik sekaligus memperluas basis audiens mereka.

APIMFA juga menyiapkan PR and Communications Support melalui sistem pengumuman regional, media toolkit, dan kanal komunikasi terintegrasi.

Program lainnya adalah Annual Conference and Showcase Festival yang akan digelar secara bergiliran di berbagai kota Asia Pasifik dengan menghadirkan panel industri, workshop, networking, dan pertunjukan musik.

Selain itu, APIMFA berencana menerbitkan Asia Pacific Festival Industry Report secara tahunan. Laporan tersebut akan membahas tren audiens, kemitraan komersial, perkembangan tur regional, hingga dinamika industri festival.

Jejaring tersebut juga akan diarahkan untuk membangun hubungan dengan tourism board, pemerintah, dan brand internasional. Guna membuka peluang kemitraan sekaligus memperkuat representasi industri festival secara kolektif.

Founder APIMFA, Donny Heru, mengatakan Asia Pasifik memiliki peluang besar dalam perkembangan industri live music.

“Dengan menghubungkan festival-festival dalam satu jejaring, kami tidak hanya ingin mempermudah touring dan pertukaran artis. Tetapi juga membangun standar industri baru dalam hal keamanan, keberlanjutan, dan dampak lintas budaya,” ujarnya.

Dengan jaringan yang mencakup berbagai pasar utama Asia Pasifik. APIMFA ingin menciptakan jalur baru bagi artis untuk tampil lintas negara, festival untuk berkolaborasi, audiens untuk menemukan musik baru, serta industri musik untuk tumbuh bersama.

Ke depan, APIMFA juga membuka peluang bagi festival musik internasional lainnya di kawasan Asia Pasifik untuk bergabung.

Informasi mengenai membership dan partnership dapat diperoleh melalui situs resmi APIMFA atau email info@apimfa.org. (Hen)

Previous articleYayasan Hati Kita Serupa Kembali Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, Buka Ruang Belajar bagi Anak
Next articleTubuh Lebih Ringan dan Nyaman, Mengenal Manfaat Lymphatic Massage