KitaBogor – Kriya bukan sekadar produk kerajinan tangan. Di balik setiap karya, tersimpan identitas budaya, kreativitas masyarakat, dan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Semangat itulah yang terasa dalam peringatan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar. Yang mengusung tema “Cinta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.”
Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yantie Rachim, memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas wawasan. Sekaligus membangun jejaring yang dapat mendukung perkembangan para perajin dan pelaku UMKM Kota Bogor.
Lebih dari 300 stan dari berbagai daerah hadir menampilkan ragam produk kriya unggulan Nusantara. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga menjadi tempat berbagi pengalaman. Mengenai strategi pengembangan produk, inovasi desain, hingga pemasaran yang berorientasi pada pasar yang lebih luas.
Menurut Yantie Rachim, pertemuan antar-Dekranasda dari seluruh Indonesia membuka banyak peluang kolaborasi. Yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan daya saing produk kriya daerah.
Ia menegaskan bahwa Dekranasda Kota Bogor akan terus berupaya memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi. Agar para perajin lokal mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi representasi identitas budaya Kota Bogor.
Dalam pandangannya, tema “Perajin Mendunia” bukan sekadar slogan, melainkan motivasi agar pelaku UMKM semakin percaya diri membawa produk lokal ke pasar nasional bahkan internasional.
Sementara itu, Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkaya perspektif daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Melalui kolaborasi dan semangat mencintai produk lokal, Kota Bogor optimistis dapat terus melahirkan karya-karya kriya yang berdaya saing sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (Mur)


