40 Pemuda Bogor Dapat “Alarm Keras” soal Judi Online, Ini yang Terjadi di Pelatihan UT

0
4
pelatihan digital wellness 40 Pemuda Bogor Dapat “Alarm Keras” soal Judi Online, Ini yang Terjadi di Pelatihan UT

KitaBogorUniversitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional berupa Pelatihan Digital Wellness di Aula Kantor Desa Leuwikaret, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pemuda-pemudi desa dengan tujuan meningkatkan kesadaran generasi muda agar bijak menggunakan teknologi digital dan terhindar dari bahaya kecanduan judi online.

Fenomena judi online saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda, khususnya kelompok usia 16–30 tahun. Kemudahan akses internet membuat praktik judi online semakin marak dan berpotensi menimbulkan kerugian besar, mulai dari kehilangan uang, menambah utang, gangguan kesehatan mental, hingga terjerat sanksi hukum. Pencegahan sejak dini menjadi krusial agar masa depan pemuda tidak hancur oleh dampak negatif tersebut.

Kegiatan ini diketuai oleh Gunawan Wiradharma, S.Pd., S.I.Kom., M.Si., M.Hum., dikoordinir oleh LPPM Universitas Terbuka, serta didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) yang bersumber dari Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) LPDP, Kementerian Keuangan RI Tahun Anggaran 2025/2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Desa Leuwikaret, Bapak Hendi.

Rangkaian acara dimulai dengan pengisian pre-test, pemberian materi, sesi tanya jawab dan diskusi, pengungkapan fenomena judi online berdasarkan pengalaman nyata peserta, pembahasan langkah-langkah pencegahan, hingga post-test. Melalui metode ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan merumuskan solusi bersama.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada pemuda Desa Leuwikaret agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, sehingga terhindar dari bahaya judi online. Program ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan gangguan kesehatan mental akibat penggunaan teknologi digital, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mengurangi kerentanan kelompok berisiko. Selain itu, kegiatan ini mendukung visi Desa Leuwikaret sebagai desa digital yang mandiri, aman, dan berdaya, serta selaras dengan Program Asta Cita yang menekankan pembangunan SDM dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Dengan adanya pelatihan Digital Wellness, Universitas Terbuka berharap pemuda Desa Leuwikaret dapat menjadi generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. Teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri, bukan sebagai pintu masuk ke perilaku berisiko seperti judi online. (Hen)

Previous articleHari Kelima Pencarian, Lansia Hanyut di Bogor Ditemukan di Tepi Sungai Ciliwung
Next articleIndonesia Jadi Target Utama! VinFast Bangun Pabrik Raksasa di Subang