KitaBogor – Sebanyak 253 siswa dari sejumlah sekolah di sekitar kawasan Bomang mengikuti kunjungan Eduwisata Ketahanan Pangan Bomang, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi kunjungan perdana dalam pengembangan kawasan ketahanan pangan Bomang sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Satgas Barisan Pengawal Indonesia Emas–Ketahanan Pangan Jalur Bomang. Kawasan Bomang dikembangkan tidak hanya sebagai area ketahanan pangan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran terbuka yang mengenalkan pertanian, lingkungan, dan pentingnya kemandirian pangan kepada anak-anak.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak melihat sekaligus mengenal secara langsung berbagai aktivitas ketahanan pangan di kawasan Bomang.
Pembelajaran dikemas secara edukatif dan menyenangkan melalui pengenalan tanaman pangan serta praktik menjaga dan merawat lingkungan. Dengan cara tersebut, siswa dapat memahami bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan hasil pertanian, tetapi juga membutuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan eduwisata ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Jum’at Bersih SDI HM Asman dengan tema “Bersih Lingkungannya, Sehat Badannya, Barokah Ilmunya.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan Dhuha Bersama pada pukul 07.15–08.00 WIB. Setelah itu, para siswa mengikuti Operasi Semut di sekitar lingkungan sekolah sebelum melanjutkan kegiatan dengan kunjungan Eduwisata Ketahanan Pangan Bomang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan generasi muda dengan lingkungan dan dunia pertanian. Para siswa dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan, menanam, serta merawat tanaman. Sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kunjungan perdana yang melibatkan 253 siswa ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan Eduwisata Ketahanan Pangan Bomang. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah.
Dengan pengembangan tersebut, kawasan Bomang diharapkan dapat menjadi ruang belajar terbuka. Yang mempertemukan edukasi lingkungan, pertanian, dan ketahanan pangan secara langsung.
Melalui pengalaman belajar di luar ruang kelas, generasi muda tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pertanian, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan membangun kemandirian pangan sejak dini. (Mur)


