Vietjet Gelontorkan Rp95 Triliun, Siap Kuasai Langit Asia-Pasifik

0
4
Vietjet Asia-Pasifik Vietjet Gelontorkan Rp95 Triliun, Siap Kuasai Langit Asia-Pasifik

KitaBogor – Vietjet kembali membuat gebrakan besar di industri penerbangan Asia-Pasifik. Maskapai berbiaya rendah asal Vietnam ini mengumumkan serangkaian kemitraan strategis bernilai lebih dari US$6,1 miliar (sekitar Rp95 triliun) untuk memperkuat armada, pembiayaan, dan ekspansi jaringan rute di kawasan, termasuk Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam Singapore Airshow 2026, salah satu ajang penerbangan terbesar dunia. Vietjet resmi menjadi mitra strategis Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH), pusat pembiayaan penerbangan regional yang diluncurkan oleh Vietnam International Financial Centre di Ho Chi Minh City.

AAFH dirancang sebagai platform pembiayaan lintas negara untuk mendukung leasing pesawat, investasi infrastruktur, hingga pendanaan maskapai. Pusat ini ditargetkan mampu memfasilitasi transaksi penerbangan hingga US$50 miliar pada 2035.

Sebagai bagian dari komitmen awal, Vietjet menggandeng sejumlah pemain global, termasuk Pratt & Whitney untuk mesin pesawat serta PIMCO dan lembaga keuangan internasional untuk pembiayaan armada.

Tak hanya urusan pendanaan, Vietjet juga mengamankan penambahan 44 pesawat Airbus A320neo family bermesin GTF, terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR. Dengan tambahan ini, total pesanan pesawat bermesin GTF maskapai tersebut mencapai 137 unit, sementara total order pesawatnya mendekati 600 unit.

Pesawat generasi baru ini diklaim mampu menghemat bahan bakar hingga 20% dan mengurangi kebisingan 75%. Sekaligus mendukung target efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.

Chairwoman Vietjet, Dr. Nguyen Thi Phuong Thao, menyatakan langkah ini menjadi strategi penting. Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dan pertumbuhan penerbangan di Asia-Pasifik.

Investasi besar ini juga diharapkan memperluas konektivitas udara Vietnam dengan pasar utama, termasuk Indonesia. Sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat di kawasan.

Dengan proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang. Vietjet memposisikan diri sebagai salah satu pemain utama yang siap memimpin pertumbuhan regional. (Hen)

Previous articleDebut di IIMS 2026, ATTO 3 Advanced Plus Jadi Andalan Baru BYD Indonesia
Next articleKAUP Gelar Musyawarah Alumni, Pererat Silaturahmi & Sinergi