KitaBogor – Momen Lebaran identik dengan hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, ketupat, hingga aneka kue manis yang sulit ditolak. Suasana kumpul keluarga pun sering kali membuat kita makan lebih banyak dari biasanya. Tak heran, banyak orang mulai khawatir berat badan naik setelah Idul Fitri.
Namun, kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa harus takut berat badan melonjak—asal tahu cara menyiasatinya. Kunci utamanya adalah mengontrol porsi makan. Kamu tetap boleh mencicipi berbagai hidangan khas Lebaran, tapi cukup dalam jumlah wajar. Prinsip sederhana seperti “icip secukupnya” bisa membantu menjaga asupan tetap terkendali.
Selain itu, jangan sampai melewatkan sarapan. Banyak orang berpikir dengan tidak makan di pagi hari bisa “balas dendam” saat makan besar. Padahal, kebiasaan ini justru membuat nafsu makan meningkat dan berujung makan berlebihan.
Minum air putih juga penting. Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, air putih sebelum makan bisa membantu mengurangi rasa lapar sehingga kamu tidak kalap saat menyantap hidangan bersantan atau manis.
Agar lebih seimbang, jangan lupa tambahkan sayur dan buah dalam menu harian. Meski kalah menarik dibanding opor atau gorengan, makanan ini penting untuk membantu pencernaan dan menjaga asupan nutrisi.
Kue kering dan gorengan memang menggoda, tapi sebaiknya dibatasi. Kandungan gula dan lemak yang tinggi bisa dengan cepat menambah kalori harian tanpa disadari.
Di sisi lain, tetap aktif bergerak juga jadi kunci penting. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki saat bersilaturahmi atau membantu pekerjaan rumah bisa membantu membakar kalori.
Terakhir, jaga pola makan dan istirahat yang cukup. Tidur yang kurang justru bisa memicu rasa lapar berlebih dan keinginan ngemil.
Jadi, menikmati hidangan Lebaran tetap boleh—asal dilakukan dengan bijak. Dengan pola yang seimbang, berat badan pun tetap terjaga meski momen Lebaran penuh godaan. (Mur)


