Sinergi Kemenhub–Kemendag, UMKM Tembus 15 Jalur Kereta Intercity

0
3
Sinergi Kemenhub–Kemendag, UMKM Tembus 15 Jalur Kereta Intercity

KitaBogorMenteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap program Kementerian Perdagangan yang membuka akses bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya di simpul-simpul transportasi publik.

Dukungan tersebut disampaikan saat Menhub meninjau langsung penjualan produk lokal UMKM bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Stasiun Gambir, Selasa (24/2/2026).

“Alhamdulillah, saya baru saja meninjau penjualan produk UMKM di gerbong restorasi dan di pelataran Stasiun Gambir bersama Menteri Perdagangan. Pada prinsipnya, saya sangat mendukung langkah Kementerian Perdagangan yang telah membuka akses bagi pelaku UMKM. Sehingga dapat memasarkan produknya ke jaringan bisnis kereta api,” ujar Dudy.

Potensi Besar di Simpul Transportasi

Menhub menilai pemasaran produk UMKM di sarana perkeretaapian sangat potensial mengingat tingginya jumlah penumpang setiap tahun. Ia berharap program ini tidak berhenti di sektor kereta api saja.

“Ke depan saya sangat berharap jangkauan program ini dapat makin diperluas, tidak hanya dipasarkan di sarana dan prasarana perkeretaapian, namun juga di titik-titik lain seperti di terminal, bus, pelabuhan, kapal, hingga bandara,” tambahnya.

Menurut Dudy, jika semakin banyak pelaku UMKM binaan Kemendag masuk ke simpul transportasi publik di seluruh Indonesia. Maka pertumbuhan ekonomi nasional juga akan semakin terdorong.

Tembus 15 Jalur Intercity

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan. Bahwa kolaborasi dengan BUMN kereta api menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing dan popularitas produk UMKM di pasar domestik.

Produk UMKM yang telah dikurasi kini dipasarkan di 15 jalur kereta intercity dengan potensi pasar mencapai sekitar 51 juta penumpang per tahun.

“Dari 50 perusahaan yang kita kurasi, enam terpilih oleh Kereta Api. Empat produknya disajikan dalam kereta, dan dua produk dipasarkan di Loko Cafe,” ungkap Budi.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk lebih luas bagi UMKM untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada jutaan pengguna transportasi publik setiap tahunnya.

Dengan sinergi lintas kementerian dan BUMN, pemerintah optimistis UMKM Indonesia dapat naik kelas dan semakin kompetitif di pasar nasional. (Mur)

Previous articleHati-Hati! Muncul Website Palsu Skillhub Saat Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Dibuka
Next articleDari Borobudur hingga Jalur Rempah, Pemerintah Genjot Pariwisata Berbasis Budaya