Kitabogor – SANY Indonesia menyiapkan empat unit ekskavator untuk mendukung Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana tanah longsor dan banjir bandang di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, dua unit telah tiba di lokasi dan langsung digunakan dalam proses evakuasi korban serta pembersihan material longsor.
Bencana yang terjadi pada 24 Januari 2026 itu menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur, serta menelan puluhan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru, luas wilayah terdampak mencapai sekitar 15,27 hektare. Hingga saat ini, sebanyak 53 orang berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke lokasi aman, sementara 27 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sedikitnya 30 rumah dilaporkan runtuh dan puluhan rumah lain tertimbun material longsor dan lumpur tebal.
Respons cepat SANY Indonesia dikoordinasikan oleh Chairman of SANY Asia Pacific Zhang Song. Didukung oleh General Manager of SANY Indonesia (SANY PERKASA) Yan Sui serta Country General Manager of SANY Indonesia Li Dao. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di Indonesia.
Deputy GM and Director Government Affairs SANY Heavy Industry Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan. Kerusakan infrastruktur yang parah menyebabkan akses jalan terputus di banyak titik, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan. “Melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, kami memberikan dukungan alat berat untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan,” ujarnya.
Selain mengerahkan alat berat, SANY Indonesia juga menurunkan tim Government Relations yang berada langsung di lokasi bencana dan berkoordinasi dengan tim BASARNAS serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian dan lembaga terkait terus meningkatkan upaya tanggap darurat di wilayah Cisarua. Fokus penanganan meliputi pencarian dan evakuasi korban, pembukaan akses jalan, serta pemulihan infrastruktur dasar. Dukungan alat berat dinilai krusial mengingat tebalnya material longsor dan kondisi medan yang kompleks. (Mur)


