Kitabogor – Suasana hangat terasa di Lapangan Banteng saat perayaan Harmoni Imlek Nusantara berpadu dengan semangat Ramadan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar hadir langsung dalam kegiatan Bagi-Bagi Takjil, Kamis (27/2/2026).
Acara tersebut juga dihadiri Wamen PPPA Veronica Tan serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Momentum ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya—Imlek yang identik dengan perayaan Tionghoa, bertemu dengan bulan suci Ramadan dalam suasana penuh kebersamaan.
Ekonomi Kreatif dan Nilai Kebinekaan
Irene Umar menegaskan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar bicara produk, tetapi juga nilai.
“Ekonomi kreatif bukan hanya soal produk, tetapi tentang berbagi nilai, memperkuat toleransi, dan membangun harmoni sosial,” ujarnya.
Menurutnya, Harmoni Imlek Nusantara membuktikan bahwa perayaan budaya dapat dikemas kreatif sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Raffi Ahmad pun menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata toleransi antarumat beragama.
“Harmoni Imlek Nusantara ini bisa menjadi alternatif hiburan keluarga selama Ramadan. Ini tentang kebersamaan,” ujarnya.
1.000 Takjil, Simbol Merah Putih
Sebanyak 1.000 porsi es kelapa jelly dibagikan kepada masyarakat menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini melibatkan kreator kuliner Daddy Kuliner serta Jeffry Jouw, Founder Urban Sneaker Society.
Warna merah putih pada sajian tersebut melambangkan semangat persatuan di tengah keberagaman. Seluruh makanan yang dibagikan juga dipastikan halal agar dapat dinikmati bersama.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap kolaborasi lintas komunitas seperti ini terus berkembang di berbagai daerah sebagai strategi memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya dan kebinekaan.
Di tengah perbedaan, Harmoni Imlek Nusantara menjadi pengingat bahwa kreativitas bisa menjadi jembatan persatuan. (Mur)


