KitaBogor – Air datang perlahan, lalu meninggi. Dalam hitungan jam, halaman rumah berubah menjadi sungai kecil. Di Kabupaten Karawang, sejak Minggu (17/1/2026), banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet memaksa ribuan warga bertahan di tengah genangan yang tak kunjung surut.
Data sementara BPBD Karawang mencatat banjir merendam 29 desa di 12 kecamatan, dengan sedikitnya 3.162 rumah terdampak. Di beberapa wilayah, air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Namun di Desa Karangligar, air mencapai 2 hingga 3 meter, membuat aktivitas sehari-hari nyaris mustahil dilakukan.
Di tengah situasi itu, Polri hadir. Bukan hanya dengan sirene dan seragam, tetapi dengan makanan hangat, tenaga medis, dan tangan-tangan yang membantu. Polda Jawa Barat mengerahkan **Randurlap—kendaraan dapur lapangan—**ke Kampung Pangasinan, Telukjambe Barat. Asap tipis dari dapur darurat menjadi tanda: bantuan sedang dimasak.
Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) turun langsung ke lokasi. Mereka memotong bahan makanan, mengaduk panci besar, lalu membagikan 650 porsi makanan siap santap kepada warga yang bertahan di rumah maupun di pengungsian. Bagi sebagian warga, itu bukan sekadar makan siang, melainkan penguat di tengah hari-hari yang berat.
Di sisi lain, 500 personel Polres Karawang, bersama TNI, BPBD, dan relawan, terus menyusuri wilayah terdampak. Mereka mengevakuasi warga, menjaga lingkungan, dan memastikan bantuan tiba di titik yang tepat.
Yang tak kalah penting, Polri juga menjalankan patroli kesehatan door to door. Ketika akses ke fasilitas kesehatan terbatas, petugas justru mendatangi warga satu per satu. Hingga kini, 200 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, dan jumlah itu akan terus bertambah.
Bagi Polri, ini bukan sekadar tugas pengamanan. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi banjir adalah bentuk pelayanan kemanusiaan—menguatkan warga agar tidak merasa sendirian.
Di tengah genangan, harapan tetap menyala. Dan bagi warga Karawang, kehadiran negara hari ini terasa nyata: datang, bekerja, dan bertahan bersama mereka. (Mom)


