KitaBogor – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk merefleksikan rasa syukur, termasuk dalam hal mengonsumsi pangan yang sehat dan bergizi. Melalui semangat tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menghadirkan kegiatan RASA B2SA (Ramadan Sehat Bersama B2SA) sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami konsep B2SA, terutama dengan memanfaatkan sumber pangan lokal yang tersedia di sekitar.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menjelaskan bahwa RASA B2SA tahun ini hadir dengan pendekatan yang lebih hangat dan partisipatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pada dasarnya kegiatan ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya dengan sosialisasi dan edu-games. Namun kali ini kami menghadirkan pendekatan yang lebih hangat dan partisipatif. Sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik,” ujar Rinna dalam keterangan daring, Kamis (6/3).
Melalui kegiatan ini, Bapanas ingin mengingatkan bahwa mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan aman merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Selain itu, akses terhadap pangan yang sehat juga diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk kelompok yang kurang beruntung.
Dalam kegiatan RASA B2SA di Jakarta, acara juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan perwakilan SMA Labschool, Syafii. Ia mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, khususnya dalam QS. Al-Baqarah ayat 168.
“Allah telah menciptakan negeri kita dengan sumber pangan yang melimpah sebagai sumber gizi yang terjangkau. Sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkan berkah tersebut dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan RASA B2SA di Jakarta juga dihadiri sekitar 60 anak dari panti asuhan. Edukasi tentang pola konsumsi pangan sehat disampaikan melalui metode yang lebih interaktif, seperti permainan edukatif dan diskusi partisipatif.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjembatani pesan yang sering kali terasa teknis menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, terutama bagi generasi muda.
Rinna berharap kegiatan RASA B2SA tidak hanya menjadi program musiman selama Ramadan. Tetapi mampu mendorong masyarakat untuk menjadikan pola konsumsi B2SA sebagai kebiasaan sehari-hari.
Menurutnya, penerapan pola makan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman merupakan investasi penting. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan. (Hen)


