KitaBogor – Menjelang waktu berbuka puasa, tradisi ngabuburit menjadi kebiasaan yang lekat dengan masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei Kurious–Katadata Insight Center, sebanyak 51,6 persen responden memilih menghabiskan waktu ngabuburit dengan menonton televisi. Meski menghibur, aktivitas ini cenderung pasif dan minim nilai tambah jangka panjang.
Padahal, momen menjelang azan magrib bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif, seperti belajar trading. Selain menambah wawasan, aktivitas ini juga dapat membantu meningkatkan literasi keuangan dan membangun kesiapan finansial secara bertahap.
Muhammad Agam, content creator dan pakar trading, menilai bahwa produktivitas dalam trading tidak selalu ditentukan oleh durasi belajar yang panjang. “Dalam trading, produktivitas tidak selalu datang dari durasi yang panjang, tetapi dari pemanfaatan waktu yang tepat. Ngabuburit adalah contoh momen untuk memperdalam ilmu trading tanpa menyita banyak waktu,” ujarnya.
Ada beberapa cara sederhana untuk memulai. Pertama, membaca materi dasar seperti analisis teknikal dan fundamental melalui buku, artikel, atau laporan pasar harian. Kedua, mengikuti webinar atau kelas edukasi online yang kini banyak tersedia secara gratis dan dirancang ringkas untuk pemula. Ketiga, berlatih menggunakan akun demo agar dapat memahami mekanisme pasar tanpa risiko kehilangan dana sungguhan.
Salah satu platform yang menyediakan akun demo adalah XM. Melalui akun ini, pengguna dapat mengakses pasar secara real-time dengan dana virtual sehingga proses belajar menjadi lebih aman dan terkontrol. Perlu dipahami bahwa dana pada akun demo tidak bisa dicairkan karena hanya digunakan untuk simulasi.
Dengan memanfaatkan waktu ngabuburit untuk belajar trading secara disiplin dan bertahap, Ramadan dapat menjadi momentum tidak hanya untuk memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun fondasi finansial yang lebih matang di masa depan. (Hen)


