Ramadan dan Musik Religi di Indonesia, Dari Rebana Nasida Ria hingga Aransemen Modern

0
3
Ramadan dan Musik Religi di Indonesia, Dari Rebana Nasida Ria hingga Aransemen Modern

KitaBogor – Saat bulan Ramadan tiba, musik religi kembali menemukan ruangnya di tengah masyarakat. Dari radio, warung kopi, pusat perbelanjaan hingga platform musik digital, lantunan lagu bernuansa spiritual terdengar di berbagai tempat. Musik tersebut bukan sekadar menghidupkan suasana, tetapi juga menjadi pengiring perjalanan batin selama menjalani ibadah di bulan suci.

Tradisi ini sebenarnya telah lama menjadi bagian dari budaya Ramadan di Indonesia. Jauh sebelum era digital dan media sosial, masyarakat sudah akrab dengan musik religi yang diputar melalui kaset, CD, maupun radio. Kini, lagu-lagu yang sama dapat dinikmati dengan lebih mudah melalui berbagai platform streaming.

Salah satu kelompok yang identik dengan musik religi di Indonesia adalah Nasida Ria. Grup yang berdiri di Semarang pada era 1970-an ini dikenal sebagai pelopor qasidah modern di Tanah Air. Dengan memadukan rebana dan instrumen musik modern, mereka menghadirkan lagu-lagu dakwah yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Salah satu karya yang paling melekat di ingatan masyarakat adalah lagu Perdamaian. Liriknya sederhana namun sarat makna, menjadikan musik qasidah bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga sarana menyampaikan pesan moral dan sosial.

Pada masa kejayaan kaset dan radio, lagu-lagu Nasida Ria sering diputar menjelang waktu berbuka puasa maupun sahur. Denting rebana dan harmoni vokal mereka menjadi bagian dari memori Ramadan bagi banyak keluarga Indonesia.

Seiring waktu, warna musik religi di Indonesia pun semakin beragam. Jika dahulu qasidah menjadi genre yang dominan, kini musik religi hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pop hingga alternatif.

Salah satu contoh menarik datang dari penyanyi alternatif Danilla Riyadi yang pernah membawakan lagu religi bersama Haddad Alwi. Lagu berjudul Pengakuan merupakan aransemen ulang dari lagu Al I’tiraf yang sebelumnya dipopulerkan Haddad Alwi.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana musik religi dapat terus berkembang mengikuti zaman. Dari denting rebana qasidah Nasida Ria hingga sentuhan alternatif dari generasi musisi baru seperti Danilla Riyadi, musik religi tetap menjadi teman yang menenangkan selama Ramadan. (Mur)

Previous articleJelang Idulfitri 2026, Mendagri Pastikan Stok Pangan dan BBM Cukup
Next articlePleneo x Sennheiser Perkenalkan Room Kits Berteknologi AI untuk Ruang Meeting Besar