Puting Beliung Terjang Pakansari Cibinong, Atap GOR Rusak Parah hingga Pohon Tumbang

0
14
Puting Beliung Terjang Pakansari Cibinong, Atap GOR Rusak Parah hingga Pohon Tumbang

KitaBogor – Cuaca ekstrem melanda kawasan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/2/2026) siang. Hujan deras yang datang tiba-tiba disertai angin puting beliung menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas umum, termasuk atap bangunan yang terlepas serta pohon-pohon tumbang di sekitar stadion dan Gelanggang Olahraga (GOR).

Angin kencang menerpa kawasan olahraga kebanggaan warga Bogor itu sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam hitungan menit, kondisi berubah mencekam. Rangka atap bangunan terlihat beterbangan, material terlepas, dan jarak pandang menurun drastis akibat derasnya hujan.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik kepanikan warga. Pengendara memilih menepi demi menghindari risiko tertimpa pohon atau puing bangunan. Sementara itu, beberapa orang berlarian masuk ke dalam GOR Laga Tangkas untuk mencari perlindungan.

Namun situasi di dalam gedung pun tak sepenuhnya aman. Besi kanopi dilaporkan terlepas dan jatuh berserakan. Atap Stadion Pakansari juga mengalami kerusakan di beberapa titik akibat terpaan angin kencang.

Salah seorang warga, Dian, mengaku cuaca awalnya tampak normal sebelum berubah ekstrem dalam waktu singkat.
“Awalnya hujan biasa, lalu anginnya tiba-tiba sangat kencang. Di Laga Tangkas ada bagian yang terlepas, dan beberapa pohon juga tumbang,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor membenarkan kejadian tersebut. Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin, menyatakan tim langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat.

“Kondisi masih dalam penanganan. Tim sudah berada di lapangan untuk evakuasi dan asesmen kerusakan,” jelasnya.

Hingga Kamis sore, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pembersihan material bangunan serta evakuasi pohon tumbang. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan menghindari area terdampak sampai situasi benar-benar aman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi tiba-tiba, terutama saat musim hujan, sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan. (Mm)

Previous articleWorld Ducati Week 2026 Resmi Dibuka, Rayakan 100 Tahun Ducati di Misano
Next articleSiap Raih Prestasi di Kejurnas Pencak Silat, KBPC Lepas 145 Atlet Pelajar KCD 1 Kabupaten Bogor