Perimenopause Bukan Penyakit! Ini Penjelasan Yantie Rachim yang Bikin Tenang

0
2
Perimenopause Bukan Penyakit! Ini Penjelasan Yantie Rachim yang Bikin Tenang

KitaBogor – Perimenopause merupakan fase alami dalam siklus kehidupan perempuan yang ditandai dengan perubahan hormonal menjelang menopause. Meski kerap menimbulkan kekhawatiran, kondisi ini sebenarnya bukan penyakit, melainkan proses yang wajar dialami setiap perempuan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengajak kaum perempuan untuk lebih memahami fase ini dengan bijak dan tanpa kepanikan.

“Perlu kita pahami bersama bahwa perimenopause bukanlah suatu penyakit, melainkan fase alamiah dalam siklus kehidupan seorang wanita. Ini adalah proses yang wajar sebagaimana kita dahulu mengalami masa pubertas,” ujarnya dalam kegiatan Health Talk: Perimenopause Tanpa Rasa Panik di Hotel Sahira, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, pada masa perimenopause tubuh perempuan mengalami transisi menuju tahap kehidupan berikutnya. Produksi hormon yang mulai berfluktuasi menyebabkan perubahan siklus menstruasi, serta munculnya berbagai gejala fisik dan emosional.

“Gejala seperti perubahan emosi, mudah merasa moody, hingga kondisi fisik yang naik turun merupakan hal yang normal dialami perempuan,” jelasnya.

Namun demikian, Yantie menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda saat menjalani fase ini. Oleh karena itu, penting untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain.

“Gejala yang muncul pada masa perimenopause dapat berbeda pada tiap individu. Kita harus fokus memahami kondisi tubuh masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar perempuan tidak larut dalam kecemasan akibat kurangnya informasi. Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi kunci utama agar fase ini dapat dilalui dengan tenang.

Selain itu, perempuan juga didorong untuk tetap produktif dan membangun budaya saling berbagi informasi. Dengan begitu, pemahaman terkait kesehatan reproduksi dapat semakin meningkat di masyarakat.

“Alihkan rasa cemas dengan kegiatan positif dan terus belajar. Dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa menghadapi perimenopause dengan lebih siap dan percaya diri,” pungkasnya. (Mur)

Previous articleCFD Tegar Beriman Diserbu Warga, UMKM Ketiban Rezeki Berlipat!
Next articleWFH ASN Bogor Resmi Berlaku, Tapi Ada Aturan Ketat: Harus Foto 3 Kali Sehari!