KitaBogor – Peluang Media Group menyelenggarakan ajang “Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026” sebagai bentuk apresiasi kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) yang berhasil menembus pasar internasional. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 10.00–13.00 WIB, bertempat di Auditorium Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan.
Pimpinan Perusahaan Peluang Media Group, Irsyad Muchtar, mengatakan koperasi dan UKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan negara melalui aktivitas ekspor. Baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan berbagai entitas usaha.
“Koperasi dan UKM bukan hanya menjual produk lokal ke pasar global. Tetapi juga membawa semangat pemberdayaan, sinergi, dan peningkatan daya saing. Produk yang diekspor merupakan hasil karya anggota koperasi yang mencerminkan jati diri koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujar Irsyad.
Menurut Irsyad, komoditas ekspor koperasi dan UKM sangat beragam. Mulai dari kopi, rempah-rempah, rumput laut, kerajinan dan furnitur, fesyen, hingga produk kuliner. Namun, keberhasilan menembus pasar global bukanlah proses yang mudah.
“Untuk bisa ekspor, koperasi dan UKM harus memenuhi berbagai persyaratan. Seperti sertifikasi standar mutu internasional, kontinuitas produksi, hingga kemampuan bersaing dari sisi harga dengan kompetitor global. Prosesnya cukup rumit dan berliku, sehingga capaian ini layak diapresiasi,” katanya.
Melalui ajang Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026, Majalah Peluang berharap dapat memotivasi lebih banyak koperasi dan UKM. Untuk memanfaatkan potensi pasar internasional serta meningkatkan daya saing demi kesejahteraan anggota.
“Penghargaan ini juga bertujuan memberikan informasi yang utuh dan akurat kepada publik mengenai perkembangan koperasi dan UKM berorientasi ekspor. Meningkatkan citra positif koperasi dan UKM Indonesia, serta memberi inspirasi bagi generasi muda,” tambah Irsyad.
Data dari Kementerian Perdagangan, yang disampaikan Mendag Budi Santoso, mencatat nilai ekspor produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mencapai US$57,61 juta atau setara Rp947,4 miliar (asumsi kurs Rp16.445 per dolar AS) dari Januari hingga April 2025.
Ajang ini terbuka bagi koperasi dan UKM yang telah melakukan ekspor, mengikuti pameran di luar negeri, dan/atau memiliki orientasi ekspor. Penilaian dilakukan dalam tujuh kategori, yakni komoditas pangan, hasil perkebunan, hasil laut, produk kreatif, limbah produktif, hasil hutan, serta food and beverage (F&B).
Sementara itu, Direktur Peluang Media Group, Yuni Hegarwati, menambahkan kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi dan UKM berorientasi ekspor.
“Kehadiran Menkop Ferry dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman diharapkan menjadikan ajang ini sebagai etalase nasional bagi koperasi dan UKM ekspor, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha lokal yang siap bersaing di pasar global,” ujar Yuni. (Mur)


