Bandung Masuk 253 Daerah Pembinaan, Menteri Hanif Tekankan Pemilahan Sampah dari Rumah

0
2
Bandung Masuk 253 Daerah Pembinaan, Menteri Hanif Tekankan Pemilahan Sampah dari Rumah

Kitabogor – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Bandung untuk mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kegiatan diawali dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui aksi bersih di sekitar Pasar Simpang Dago. Menteri Hanif menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, bukan hanya mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), khususnya di kawasan dengan timbulan sampah tinggi seperti pasar tradisional.

“Kita harus memulai dari rumah, pasar, dan pusat kegiatan lainnya untuk memilah sampah secara benar. Sampah yang dikelola sejak awal akan mengurangi beban TPA,” ujarnya.

Bank Sampah dan ProKlim Jadi Contoh Praktik Baik

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif meninjau Bank Sampah Dababersih Dago yang menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Model ini dinilai efektif menekan volume sampah anorganik yang masuk ke TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi warga.

Ia juga mengunjungi Kawasan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 19 Antapani Tengah, termasuk Program Gaslah (Petugas Pemilah Pengolahan Sampah) yang memperkuat pemilahan di tingkat rumah tangga dan permukiman.

Menurutnya, pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi residu sampah yang harus diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan.

Tinjau Lokasi PSEL Eks TPA Jelekong

Sebagai langkah jangka panjang, Menteri Hanif meninjau calon lokasi pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan eks TPA Jelekong. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Namun demikian, berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan sampah 2025, Kota Bandung masih termasuk dalam 253 kabupaten/kota kategori pembinaan. Karena itu, penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dinilai sangat krusial.

“Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa partisipasi aktif dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengelolaan berkelanjutan sulit tercapai,” tegasnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen yang ditegaskan dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026. Untuk memastikan target pengurangan dan penanganan sampah nasional tercapai, termasuk mengakhiri praktik open dumping serta meminimalkan residu ke TPA.

Previous articleKomdigi dan Kemen PPPA Perkuat Pengawasan Gim Lewat Fitur DARA
Next articleBiopik Juara Dunia Karate Segera Diproduksi, Kementerian Kebudayaan Beri Dukungan