Madam Hoek Bandung, Perpaduan Kuliner, Musik, dan Rumah Heritage

0
7
Madam Hoek Bandung, Perpaduan Kuliner, Musik, dan Rumah Heritage

Kitabogor –  Madam Hoek menjadi contoh bagaimana bangunan heritage bisa hidup kembali tanpa kehilangan jiwanya. Berlokasi di sudut Jalan Klenteng, Bandung, rumah tua ini dipertahankan fasad aslinya sesuai ketentuan bangunan cagar budaya, lalu diisi dengan konsep kuliner dan ruang sosial yang hangat.

Nama Madam Hoek lahir dari dua hal sederhana: posisi bangunan di sudut jalan dan nuansa keibuan yang ingin dihadirkan. Kawasan Jalan Klenteng sendiri dikenal sebagai wilayah dengan sejarah peranakan Tionghoa yang kuat, menjadikan Madam Hoek relevan secara konteks budaya.

Interiornya mengusung konsep vintage hidup. Warna biru menjadi identitas visual, mengingatkan warga pada masa lalu bangunan ini sebagai “Toko Biru”. Dekorasi lawas, sepeda tua, dan foto hitam putih bukan sekadar pajangan, melainkan bagian dari ruang aktivitas komunitas.

Madam Hoek Bandung, Perpaduan Kuliner, Musik, dan Rumah Heritage

Menu makanan di tempat ini tidak mengenal istilah signature dish. Filosofinya adalah comfort food. Sajian Nusantara dan peranakan disusun berdasarkan selera dan pengalaman, bukan tren pasar. Format menu pun berevolusi mengikuti kebiasaan pengunjung.

Satu hal yang konsisten adalah kualitas, termasuk dalam pemilihan Milo Malaysia untuk minuman andalan Milo Godzilla. Tekstur dan rasa menjadi alasan utama.

Dengan live music jazz mingguan, inner court hijau, harga terjangkau, dan porsi besar, Madam Hoek memposisikan diri bukan sekadar restoran, melainkan ruang bertemu yang inklusif dan berkarakter. (Mur)

Previous articleDari Kopi ke Komunitas: Mosslife Coffee Jadi Anchor Lifestyle District East
Next articleCasemiro, Gelandang Bertahan yang Membangun Mentalitas Manchester United