KitaBogor – Pagi yang seharusnya dimulai seperti biasa berubah menjadi momen menegangkan bagi Johan, pemilik warung Madura di Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Usaha kecil yang menjadi sumber penghidupannya mendadak dilalap api pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 06.55 WIB.
Kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik yang kemudian menyambar derigen bensin eceran di warung tersebut. Dalam kepanikan, Johan berusaha menyelamatkan barang-barangnya. Namun, upaya itu justru membuat bensin tumpah dan api dengan cepat membesar.
Api yang berkobar hebat membuat warga sekitar panik. Salah satu warga dengan sigap menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, tim dari Sektor Parung tiba di lokasi sekitar pukul 07.13 WIB. Dengan dua unit armada dan delapan personel, mereka langsung berjibaku memadamkan api yang terus membesar.
Selama lebih dari satu jam, petugas berupaya mengendalikan kobaran api. Akhirnya, pada pukul 08.40 WIB, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.
Di balik padamnya api, tersisa cerita pilu. Johan, sang pemilik warung, mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan usahanya. Warung yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya pun hangus terbakar.
Warga sekitar turut membantu proses penanganan dan memberikan dukungan kepada korban. Pihak PLN bersama aparat RT dan RW setempat juga ikut terlibat dalam penanganan di lapangan.
Komandan regu pemadam, Tubagus Sulaeman, bersama timnya bergerak cepat tanpa kendala berarti. Berkat respons cepat tersebut, api tidak sempat merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Hingga kini, total kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan. Namun bagi Johan, kehilangan yang dirasakan bukan hanya soal materi, melainkan juga harapan yang sempat dibangun dari usaha kecilnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya korsleting listrik, terutama di tempat usaha yang berdekatan dengan bahan mudah terbakar. (Momo)


