KitaBogor – Jakarta terasa berbeda pagi itu. Bukan hanya deretan mobil baru yang mengilap atau suara mesin yang menggelegar di JIExpo Kemayoran. Ratusan anak sekolah berjalan antusias menyusuri hall pameran, memandangi mobil listrik, motor konsep, hingga teknologi masa depan yang sebelumnya hanya mereka lihat di layar ponsel.
Di tengah riuhnya Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, suasana hangat justru terasa dari hal sederhana: tawa anak-anak.
Melalui program IIMS School Day Out, Dyandra Promosindo mengundang siswa SDN Pisangan Timur 01 untuk merasakan langsung pengalaman dunia otomotif. Mereka diajak tur keliling pameran, belajar teknologi kendaraan, hingga menerima bantuan sosial. Bahkan, penyintas difabel turut dihadirkan agar semua bisa menikmati pameran secara inklusif.
Bagi Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, momen ini bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Industri otomotif butuh generasi muda yang paham teknologi sejak dini. Edukasi adalah kunci masa depan industri,” ujarnya.
Tak berhenti di edukasi, IIMS 2026 juga memadukan otomotif dengan hiburan dan budaya. Kompetisi tari Saman, parade mobil klasik Mazda dan Honda, hingga deretan UMKM kuliner Nusantara membuat pameran terasa seperti festival keluarga.
Saat malam tiba, atmosfer berubah dramatis. Panggung IIMS Infinite Show dipenuhi aksi otomotif ekstrem dan pertunjukan “Automotive Hero Day” dari Pemadam Kebakaran yang memukau ribuan pengunjung. Sementara di sisi lain, konser musik dari .Feast, Hindia, Barasuara, hingga Lomba Sihir membuat area pameran makin hidup.
Tak hanya seru, IIMS juga serius soal bisnis. Forum Automotive Cross-border Supply Chain Seminar & Trade (ACST) mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan manufaktur Tiongkok, membuka peluang kolaborasi teknologi AI, software, hingga komponen kendaraan masa depan.
Dari edukasi, hiburan, hingga peluang industri, IIMS 2026 membuktikan diri bukan sekadar pameran mobil. Ini adalah ruang bertemunya mimpi, teknologi, dan masa depan otomotif Indonesia. (Mur)


