KitaBogor – Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang, kemacetan berjam-jam, dan kekhawatiran konsumsi bahan bakar membengkak. Di tengah kondisi itu, teknologi hybrid generasi terbaru berbasis Super Hybrid System (SHS) mulai dilirik sebagai solusi paling fleksibel. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuat perjalanan tetap irit, responsif, dan bebas rasa cemas kehabisan daya di tengah antrean rest area.
Pendekatan Super Hybrid System (SHS) pada lini SUV elektrifikasi JAECOO diposisikan sebagai solusi praktis agar perjalanan mudik tetap tenang tanpa dihantui rasa khawatir kehabisan daya atau range anxiety.
Karakter mudik di Indonesia identik dengan kombinasi jalur Tol Trans Jawa maupun Sumatera, kemacetan panjang di jalan arteri, hingga medan menanjak dengan ritme berkendara yang berubah-ubah.
Head of Product JAECOO Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menjelaskan bahwa sistem SHS dirancang untuk mengatur penggunaan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan.
“Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” jelasnya.
Tiga Tips Memilih Kendaraan Hybrid untuk Mudik
Ryan membagikan tiga hal penting yang bisa menjadi acuan masyarakat saat memilih kendaraan hybrid untuk perjalanan Lebaran.
1. Pilih Sistem Hybrid yang Adaptif
Mudik berarti siap menghadapi segala medan — dari jalan tol lancar hingga macet total berjam-jam. Sistem SHS secara otomatis mengatur perpaduan mesin dan motor listrik agar tetap efisien tanpa perlu pengaturan manual dari pengemudi.
Pendekatan ini tertanam pada JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS yang difokuskan untuk ketangguhan penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
2. Pastikan Jarak Tempuh Panjang dan Fleksibel
Kekhawatiran utama pemudik yang beralih ke elektrifikasi adalah antrean di stasiun pengisian daya. Dengan sistem SHS, kendaraan mengandalkan mesin dan baterai sekaligus, sehingga perjalanan bisa terus berlanjut tanpa bergantung sepenuhnya pada charging station.
Pendekatan ini membuat perencanaan rute lebih sederhana dan waktu tempuh lebih efisien.
3. Manfaatkan Fitur Elektrifikasi yang Fungsional
Salah satu fitur yang relevan dengan kebiasaan pemudik Indonesia adalah Vehicle to Load (V2L). Fitur ini memungkinkan mobil menjadi “powerbank raksasa” berjalan.
Daya listrik kendaraan dapat dimanfaatkan untuk menyeduh kopi, menghangatkan makanan sahur atau berbuka, hingga mengisi daya gadget seluruh anggota keluarga saat beristirahat di rest area.
Fitur Keselamatan dan Kenyamanan Jadi Nilai Tambah
Selain efisiensi mesin, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama saat perjalanan jauh.
JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS dilengkapi hingga 19 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist, yang membantu mengurangi kelelahan pengemudi saat menghadapi kemacetan panjang.
Untuk kenyamanan keluarga, J8 SHS-P ARDIS menghadirkan fitur kursi pijat di penumpang depan serta sistem audio premium.
Sementara itu, unit EV perdana JAECOO, JAECOO J5 EV, menawarkan hiburan karaoke. Serta kapasitas bagasi luas untuk menampung koper dan oleh-oleh khas mudik.
Dealer Siaga dan Layanan Darurat 24 Jam
Untuk memastikan perjalanan konsumen tetap aman, JAECOO mengimbau pemilik kendaraan melakukan pengecekan di dealer resmi melalui pemindaian sistem elektronik dan mekanikal secara menyeluruh.
Tersedia pula program free atau diskon 50% wheel alignment (S&K berlaku).
Selama periode Lebaran, JAECOO menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik, didukung layanan bantuan darurat 24 jam yang mencakup towing, bantuan bahan bakar, hingga layanan home service.
Catatan Positif di Awal 2026
Performa JAECOO di Indonesia menunjukkan tren positif. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026. JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi SUV listrik terlaris, sekaligus membawa JAECOO menembus peringkat 9 besar merek mobil nasional.
Saat ini, jaringan dealer JAECOO telah beroperasi di 25 titik mulai dari Medan, kota-kota besar di Pulau Jawa, hingga Makassar. Jumlah tersebut ditargetkan berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026. Guna menjamin ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual bagi seluruh konsumen.
Dengan kombinasi efisiensi, fleksibilitas, serta dukungan layanan purnajual yang luas. Teknologi Super Hybrid System dinilai menjadi salah satu opsi paling realistis bagi masyarakat yang ingin mudik lebih tenang, hemat, dan nyaman di tengah dinamika perjalanan Lebaran Indonesia. (Mur)


