Fakta Penting dari BPOM soal Keamanan Susu Formula di Indonesia

0
24
Fakta Penting dari BPOM soal Keamanan Susu Formula di Indonesia

KitaBogor – Di tengah kekhawatiran global terkait penarikan susu formula di sejumlah negara Eropa dan dunia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menegaskan bahwa seluruh produk susu formula yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi.

Kepastian ini disampaikan BPOM untuk menenangkan masyarakat, khususnya para orang tua. Agar tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar tanpa konteks yang jelas. BPOM memastikan bahwa penarikan produk di Indonesia hanya bersifat terbatas, yakni terhadap dua batch susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 milik PT Nestlé Indonesia.

Melalui pengawasan ketat, BPOM menyatakan bahwa hanya produk dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1 yang dihentikan distribusinya sementara sebagai langkah kehati-hatian. Penarikan ini dilakukan menyusul adanya notifikasi internasional terkait potensi kontaminasi toksin cereulide pada beberapa produk di luar negeri.

BPOM menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan konsumen, bukan karena ditemukan kasus sakit atau keracunan di Indonesia. Hingga kini, tidak ada laporan resmi yang mengaitkan konsumsi susu formula dengan gangguan kesehatan di dalam negeri.

Sebagai otoritas pengawas pangan, BPOM terus melakukan pengawasan pra-edar dan pasca-edar. Serta berkoordinasi dengan lembaga pengawas pangan internasional untuk memastikan mutu dan keamanan produk pangan di Indonesia tetap terjaga.

BPOM juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, kritis, dan selalu menerapkan prinsip Cek KLIK—Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.

Dengan komitmen pengawasan berkelanjutan, BPOM menegaskan bahwa keamanan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Mur)

Previous articleIntrovert Friendly! ASTON Priority Simatupang Tawarkan Staycation Tenang di Tengah Kota
Next articleGerakan Selamatkan Pangan Bapanas Buktikan Kolaborasi Bisa Ubah Krisis