Dari Startup ke Kampus, Muhammad Arbani Bangun Dampak Nyata Lewat Inovasi dan Riset

0
9
Dari Startup ke Kampus, Muhammad Arbani Bangun Dampak Nyata Lewat Inovasi dan Riset

KitaBogor Tidak semua orang memilih berjalan di satu jalur karier. Muhammad Arbani adalah salah satu yang memilih cara berbeda—menjalani tiga peran sekaligus sebagai founder startup, akademisi, dan peneliti.

Bagi Arbani, semua peran itu bukan untuk dipisahkan, melainkan disatukan. Dari situlah lahir BantuCari, sebuah platform yang membantu orang menemukan barang hilang, hewan peliharaan, bahkan anggota keluarga yang terpisah. Ide ini sederhana, tapi berangkat dari kepedulian yang nyata.

“Bukan cuma soal teknologi, tapi bagaimana kita bisa saling bantu di era digital,” kira-kira begitu semangat yang ia bawa.

Di ruang kelas, Arbani juga menghadirkan pendekatan yang berbeda. Sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa, ia tidak hanya mengajarkan teori hukum internasional dan HAM, tapi juga mengajak mahasiswa melihat realita—bagaimana hukum bekerja di dunia nyata, penuh dinamika dan tantangan.

Baginya, belajar hukum tidak cukup hanya dari buku. Harus ada pemahaman tentang kehidupan.

Di sisi lain, dunia riset juga menjadi ruang refleksi bagi Arbani. Bersama Rajawali Cendikia, ia mengkaji berbagai isu global, mulai dari geopolitik hingga konflik internasional seperti konflik Iran–Israel.

Semua yang ia jalani, pada akhirnya bermuara pada satu hal: menciptakan dampak nyata. Baik lewat teknologi, pendidikan, maupun pemikiran.

Perjalanan Arbani seolah mengingatkan bahwa kita tidak harus memilih satu jalan. Kadang, justru dari persimpangan itulah lahir kontribusi yang lebih besar. (Hen)

Previous articleStrategi Baru Omega Hotel Management: Ekspansi Hotel hingga Affiliate Lifestyle Brand
Next articleImah Hejo Jadi Rumah Kreatif, Pegiat Seni Bogor Raya Pererat Kebersamaan