Dari Borobudur hingga Jalur Rempah, Pemerintah Genjot Pariwisata Berbasis Budaya

0
3
Dari Borobudur hingga Jalur Rempah, Pemerintah Genjot Pariwisata Berbasis Budaya

KitaBogorPemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian guna mengakselerasi pariwisata berbasis budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bertemu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Selasa (24/2/2026), untuk menyelaraskan integrasi data cagar budaya, penguatan ekosistem event, penyusunan travel pattern, hingga optimalisasi promosi digital dan diplomasi budaya.

“Budaya dan pariwisata memiliki hubungan yang sangat erat. Kolaborasi ini kunci agar potensi budaya memberi dampak nyata pada peningkatan kunjungan wisatawan,” ujar Fadli.

Saat ini Kementerian Kebudayaan mengelola 313 Cagar Budaya Nasional dan 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTB), termasuk 514 WBTB baru pada 2025. Potensi ini dinilai belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai daya tarik wisata sejarah, religi, budaya, maupun kuliner berbasis storytelling yang kuat dan berkelanjutan.

Sejumlah situs prioritas telah masuk skema pengelolaan bersama InJourney, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kompleks Ratu Boko, dan Candi Plaosan. Pengembangan juga diperkuat di kawasan Dieng dan Muara Jambi. Termasuk pembangunan Candi Kedaton serta Koto Mahligai dan rencana peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti.

Untuk Borobudur, kapasitas kunjungan yang saat ini sekitar 4.000 orang per hari dinilai masih dapat dioptimalkan. Seiring penguatan narasi sebagai living heritage bernilai spiritual dan global.

Narasi Jalur Rempah di Banda Neira, benteng kolonial Maluku, hingga situs prasejarah Leang-Leang dan Leang Metanduno di Muna turut disiapkan dalam pola perjalanan wisata terpadu berbasis sejarah peradaban.

Widiyanti menegaskan promosi digital melalui platform indonesia.travel.id diperkuat fitur analisis tren berbasis AI. Targetnya, peningkatan kunjungan 14 persen dengan sasaran 17 juta wisatawan mancanegara. Program Kharisma Event Nusantara (KEN) dengan 145 event nasional menjadi strategi experience-based tourism.

Sinergi ini menegaskan budaya bukan sekadar warisan, melainkan modal strategis pembangunan dan penguatan posisi Indonesia sebagai pusat peradaban dunia. (Mur)

Previous articleSinergi Kemenhub–Kemendag, UMKM Tembus 15 Jalur Kereta Intercity
Next articleRayakan Ramadan Lebih Hangat di ARTOTEL Harmoni Jakarta, Ada Promo Beli 10 Gratis 1