Bukan Sekadar Tugas Kuliah: Mahasiswa Esa Unggul Tampilkan Buku Karya Nyata di Festival Project

0
30
Bukan Sekadar Tugas Kuliah: Mahasiswa Esa Unggul Tampilkan Buku Karya Nyata di Festival Project

Kitabogor – Sering kali tugas kuliah berakhir di folder pribadi atau sekadar angka di rapor. Namun, di Festival Project Mata Kuliah Universitas Esa Unggul pada Jumat, 23 Januari 2026, karya mahasiswa justru menemukan panggungnya sendiri. Jendela Puspita hadir untuk menunjukkan bahwa tugas akademik bisa berubah menjadi karya nyata yang layak diapresiasi publik.

Selama festival, Jendela Puspita memamerkan buku-buku hasil karya mahasiswa Universitas Esa Unggul yang telah diterbitkan. Dari sekadar catatan di kelas, karya mahasiswa bertransformasi menjadi produk literasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Kehadiran buku-buku ini bukan hanya ajang pamer, tapi juga sumber inspirasi, membuktikan bahwa ide yang digarap serius memiliki peluang untuk dipublikasikan dan diapresiasi.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU, ASEAN Eng., turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia menekankan bahwa karya mahasiswa menunjukkan kualitas tinggi serta potensi besar yang dimiliki mahasiswa. Rektor juga menegaskan pentingnya integritas akademik. “Tentunya harus dipastikan lagi kalau ini bukan produk AI semata,” ujarnya.

Selain memamerkan karya, Jendela Puspita juga memberikan penghargaan bagi para pemenang karya terbaik dari lima mata kuliah: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Agama. Para pemenang mendapatkan bingkisan buku karya Tim Penulis Jendela Puspita senilai total Rp2.500.000. Sebagai bentuk dukungan dan dorongan agar mahasiswa terus menulis dan berkarya.

Festival Project Mata Kuliah Universitas Esa Unggul menampilkan 1.379 karya mahasiswa, mencerminkan keberagaman ide dan kreativitas yang tumbuh di lingkungan kampus. Bagi Jendela Puspita, festival ini menjadi ruang strategis untuk menjembatani dunia akademik dan literasi, sekaligus mendorong mahasiswa agar berani melangkah lebih jauh, dari ide menjadi karya nyata yang dibaca dan memberi dampak. (Mur)

Previous articleProf. Supriyanto Tegaskan Dukungan Polri Langsung di Bawah Presiden
Next articleDari Kopi ke Komunitas: Mosslife Coffee Jadi Anchor Lifestyle District East