KitaBogor – Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, edukasi menjadi kunci perubahan. Kesadaran inilah yang mendorong Ascott Regional Jabotabek memperingati World Environmental Education Day 2026 dengan cara yang lebih bermakna. Turun langsung ke kampus dan menyapa generasi muda.
Berkolaborasi dengan Universitas Trilogi, Jakarta Berkebun, dan Trilogi Berkebun. Ascott menggelar program edukasi lingkungan dan urban farming yang melibatkan praktisi, akademisi, komunitas. Serta perwakilan dari lebih dari 20 properti di bawah naungan The Ascott Limited.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga ruang belajar bersama. Para peserta mengikuti sesi edukasi interaktif mengenai urban farming, mulai dari teknik budidaya tanaman, perawatan, hingga konsep panen berkelanjutan. Sebuah pendekatan yang relevan dengan kehidupan perkotaan masa kini.
Corporate Director of Operations Excellence Ascott, Reza Syah Putra, menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak memiliki peran penting dalam menciptakan dampak jangka panjang.
“Dengan bekerja bersama mitra yang memiliki visi sejalan, kami berharap dapat menginspirasi perubahan positif dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan aksi penanaman pohon alpukat yang dipandu oleh Dr. Ahmad Rifqi Fauzi, S.P., M.Si., dari Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi. Pohon tersebut dipilih sebagai simbol keberlanjutan, sumber kehidupan, dan komitmen jangka panjang terhadap lingkungan.
Sebagai penanda komitmen tersebut, papan Ascott Cares dipasang di lokasi kegiatan. Papan ini menjadi pengingat atas kolaborasi dan dedikasi bersama dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Ascott menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar program, melainkan perjalanan bersama—dimulai dari edukasi, diperkuat oleh kolaborasi, dan diwujudkan lewat aksi nyata. (Mur)


