Angkutan Lebaran 2026, Okupansi Kereta Api Tembus 110 Persen

0
4
Angkutan Lebaran 2026, Okupansi Kereta Api Tembus 110 Persen

KitaBogor – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hingga Selasa, 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket kereta api menunjukkan tren tinggi. Dengan pergerakan penumpang yang merata sejak awal periode mudik hingga arus balik.

Pada 30 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh melayani sebanyak 182.726 pelanggan dengan tingkat okupansi mencapai 111,8 persen. Sementara itu, untuk hari ini, penjualan tiket KA Jarak Jauh telah mencapai 133.541 tiket. Atau sekitar 82,9 persen dari kapasitas harian, dan masih berpotensi meningkat hingga akhir hari.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pola mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini cenderung lebih merata. Sejak pertengahan Maret, volume penumpang terus mengalami peningkatan dan tetap tinggi hingga periode arus balik.

Secara kumulatif, hingga 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total penjualan tiket Angkutan Lebaran mencapai 4.978.544 tiket. Atau 110,7 persen dari kapasitas yang tersedia sebanyak 4.498.696 tempat duduk. Dari jumlah tersebut, KA Jarak Jauh mencatat 4.170.700 pelanggan atau 116,8 persen dari kapasitas. Sedangkan KA Lokal melayani 807.844 pelanggan atau 87,2 persen.

Sepanjang periode 11 hingga 30 Maret 2026, KAI telah mengangkut 4.713.332 pelanggan, yang terdiri dari 3.933.973 pelanggan KA Jarak Jauh dan 779.359 pelanggan KA Lokal. Lonjakan penumpang terjadi secara bertahap dengan puncak tertinggi pada 22 hingga 24 Maret, di mana jumlah pelanggan harian mencapai lebih dari 240 ribu orang.

Selain itu, KAI juga mencatat kinerja operasional yang optimal dengan mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,80 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 98,86 persen.

KAI menilai distribusi pergerakan penumpang yang tidak terpusat pada satu waktu tertentu menjadi faktor utama tingginya volume penumpang sepanjang periode Lebaran 2026. (Mur)

Previous articlePertamina dan Istana Kompak Bantah Kabar Kenaikan BBM
Next articleSetelah 10 Tahun, Juan Laurent Jalani Babak Baru di RANS Simba