Kitabogor – Suasana santai namun penuh makna menyelimuti Fairway Café di Bogor Utara, Kota Bogor. Agust Jovan Latuconsina, yang akrab disapa AJL, menggelar acara silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan warga setempat pada Minggu (25/01)
Pertemuan ini bukan sekadar ajang sapa, melainkan ruang diskusi terbuka untuk membedah berbagai problematika serta menjemput aspirasi masyarakat di wilayah Kota Bogor.
- Menyerap Aspirasi di Balik Meja Kopi
Dalam suasana yang akrab, AJL yang saat ini juga menjabat sebagai Wasekjen Partai Demokrat, memilih pendekatan dialogis untuk mendengar langsung apa yang menjadi keresahan warga. Mulai dari isu infrastruktur, akses kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal menjadi topik utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut.
Menurut AJL, memahami masalah tidak bisa hanya dilakukan di belakang meja. Ia percaya bahwa turun langsung ke lapangan dan berdiskusi di ruang publik seperti kafe adalah cara paling efektif untuk menangkap “denyut nadi” keinginan masyarakat yang sesungguhnya.
“Setiap sudut Kota Bogor memiliki karakter dan tantangan yang unik. Tanpa mendengar langsung dari warga, kita tidak akan pernah bisa merumuskan solusi yang tepat sasaran,” ujar AJL di sela-sela kegiatan.
- Menuju Bogor yang Lebih Maju
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi warga untuk menitipkan harapan mereka bagi masa depan kota. AJL mencatat setiap poin penting yang disampaikan, mulai dari penataan lingkungan hingga peluang kerja bagi generasi muda di Kota Bogor.
Menutup diskusi tersebut, AJL menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan dalam langkah nyata. Ia menyampaikan pesan optimisme bagi seluruh warga:

“Harapan besar saya kemajuan Bogor, khususnya Kota Bogor bisa terlaksana,” ungkapnya tegas.
- Langkah Strategis AJL
Sebagai tokoh muda yang juga memegang posisi strategis di struktur pusat Partai Demokrat, kehadiran AJL di tengah warga Kota Bogor memberikan sinyal kuat akan adanya energi baru untuk perubahan yang lebih baik. Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan pemangku kebijakan.


