Hujan Deras Picu Genangan, Pemkot Bogor Fokus Benahi Drainase Jalan Dadali dan Yasmin

0
5
Hujan Deras Picu Genangan, Pemkot Bogor Fokus Benahi Drainase Jalan Dadali dan Yasmin

KitaBogor Kota Bogor kembali diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah titik mengalami genangan hingga banjir lintasan akibat saluran air yang tidak mampu menampung debit air.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan melalui normalisasi drainase di beberapa kawasan rawan banjir.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi hal yang wajib dilakukan seluruh jajaran wilayah.

“Perubahan cuaca dengan curah hujan ekstrem harus diantisipasi sejak dini. Seluruh aparatur wilayah diminta siap melakukan mitigasi, pemetaan, hingga langkah antisipasi di titik-titik rawan banjir,” ujar Dedie Rachim, Minggu (24/5/2026).

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama berada di kawasan Jalan Dadali. Saluran drainase di lokasi tersebut mengalami penyempitan dan sedimentasi sehingga aliran air tidak lagi berjalan optimal menuju saluran di bawah trotoar.

Selain persoalan sedimentasi, keberadaan pedagang tanaman hias di atas trotoar juga menjadi kendala dalam proses normalisasi. Pemkot Bogor pun mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi menggunakan area tersebut untuk berjualan.

Camat Tanah Sareal, Rokib, menyampaikan bahwa area trotoar akan digunakan untuk proses pembongkaran saluran lama dan perbaikan drainase.

Tak hanya di Jalan Dadali, perhatian juga tertuju ke kawasan Perumahan Yasmin Sektor 6. Tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan sampah menyebabkan debit air meningkat hingga menjebol dinding pembatas antara area perumahan dan jalur protokol.

Pemkot Bogor juga memprioritaskan penanganan drainase di sepanjang Jalan Kapten Yusuf, Cikaret. Penanganan di kawasan tersebut membutuhkan koordinasi lintas wilayah bersama Pemerintah Kabupaten Bogor karena aliran air berasal dari kawasan hulu Tamansari dan Ciapus.

Menurut Dedie Rachim, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antarwilayah serta keterlibatan masyarakat agar risiko banjir lintasan dapat ditekan, terutama saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi. (Mur)

Previous articleDari Blade Battery hingga Monster Track, BYD Tech Culture Fest 2026 Tawarkan Pengalaman EV Berbeda
Next articleDari Ejekan Jadi Kebanggaan, Arsenal Tutup Musim 2025/2026 Sebagai Juara Inggris