KitaBogor – Di tengah derasnya arus media sosial dan banjir konten digital yang serba cepat, dunia foto jurnalistik Indonesia ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati publik. Hal itu terlihat dalam gelaran Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang berlangsung meriah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2026).
Ajang yang digelar oleh Pewarta Foto Indonesia atau PFI ini bukan sekadar malam penghargaan bagi para fotografer. Lebih dari itu, APFI 2026 menjadi simbol perjuangan para pewarta foto yang terus bertahan di tengah tantangan industri media yang semakin berat.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan bahwa dunia jurnalistik visual saat ini menghadapi banyak tekanan. Mulai dari disrupsi digital, maraknya informasi palsu, hingga gelombang pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan media.
Meski begitu, ia percaya foto jurnalistik tetap memiliki kekuatan yang tidak tergantikan.
“Foto jurnalistik bukan hanya soal gambar bagus, tetapi bagaimana sebuah foto mampu menyampaikan fakta dan emosi secara kuat,” ujar pria yang akrab disapa Dido tersebut.
Tahun ini, APFI menerima ribuan karya foto dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap dunia foto jurnalistik masih sangat tinggi, termasuk dari kalangan citizen journalist yang ikut meramaikan kompetisi.
Tak hanya menjadi ajang penghargaan, APFI 2026 juga menghadirkan pameran foto di Taman Siliwangi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Ribuan pengunjung tampak menikmati karya-karya visual yang merekam berbagai peristiwa penting, mulai dari tragedi kemanusiaan, bencana alam, hingga dinamika kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Salah satu karya yang paling menyita perhatian publik adalah foto karya Fauzan berjudul “Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob” yang berhasil meraih penghargaan tertinggi Photo of the Year.
Selain Fauzan, sejumlah fotografer dari media nasional juga membawa pulang penghargaan bergengsi, di antaranya Jeprima WD, Rivan Awal Lingga, hingga Chaideer Mahyuddin.
Lewat APFI 2026, dunia foto jurnalistik Indonesia kembali membuktikan bahwa di balik satu frame foto, selalu ada cerita besar yang mampu menggugah emosi publik sekaligus merekam sejarah zaman. (Momo)

