Pemerintah Dorong Industri Kustom Otomotif Tembus Ekspor, Soroti Peran Kreator Global dan Digitalisasi

0
13
industri kustom otomotif ekspor

KitaBogorPemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif mulai mengakselerasi penguatan industri kustom otomotif sebagai salah satu subsektor potensial untuk mendorong ekspor ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa industri ini memiliki peluang besar untuk menghasilkan nilai tambah (value added) yang kompetitif di pasar global, seiring meningkatnya kualitas karya pelaku lokal.

Dari Komunitas ke Industri Bernilai Ekonomi

Dalam kunjungannya ke Motovillage, pemerintah menyerap langsung aspirasi pelaku industri kustom otomotif yang selama ini berkembang dari komunitas menjadi sektor dengan potensi ekonomi.

Industri ini tidak hanya menciptakan produk modifikasi kendaraan, tetapi juga membuka rantai nilai yang lebih luas, mulai dari desain, produksi komponen, hingga jasa kreatif berbasis otomotif.

“Fokusnya bukan hanya pada produk lokal, tetapi bagaimana industri ini mampu memberikan nilai tambah untuk pasar ekspor,” ujar Irene.

Peluang Ekspor Didukung Kreator Konten Global

Salah satu faktor pendorong ekspansi industri ini adalah peran kreator konten otomotif yang memiliki jangkauan internasional.

Kehadiran kreator berskala global dinilai mampu mempercepat penetrasi pasar. Sekaligus memperkenalkan identitas dan kualitas produk kustom Indonesia ke audiens luar negeri.

Dalam konteks ini, promosi tidak lagi bergantung pada jalur konvensional, melainkan diperkuat oleh distribusi konten digital yang lebih luas dan terukur.

Digitalisasi dan Aset Digital Jadi Sumber Nilai Baru

Selain produk fisik, pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sumber pendapatan baru.

Pengembangan aset digital dinilai memiliki potensi ekonomi yang signifikan, tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai bagian dari strategi monetisasi industri kreatif.

Pendekatan ini menjadi penting di tengah transformasi ekonomi global yang semakin mengarah pada integrasi antara produk fisik dan digital.

Ekosistem Industri Perlu Diperkuat

Pelaku industri menyambut positif langkah pemerintah, namun menekankan pentingnya dukungan konkret untuk memperkuat ekosistem.

Umar Lubis menyatakan bahwa industri kustom otomotif membutuhkan kolaborasi yang lebih terstruktur, termasuk akses pasar, pembiayaan, hingga penguatan jejaring industri.

“Kami siap menjadi hub untuk mendukung pengembangan industri ini, terutama dalam memperluas jaringan dan kolaborasi,” ujarnya.

Arah Kebijakan: Ekonomi Kreatif Berbasis Ekspor

Penguatan industri kustom otomotif menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis ekspor.

Dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk yang memiliki nilai personalisasi dan identitas lokal. Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mengambil posisi lebih besar di pasar internasional.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan ekosistem digital akan menjadi faktor kunci. Dalam mendorong subsektor ini menjadi kontributor baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (Mur)

Previous articleSudah Mahal Tapi Bikin Pusing? Ini Kesalahan Fatal Saat Memilih Kacamata Progresif
Next articleRisiko Tinggi, Kesadaran Rendah: Cacar Api Jadi Ancaman Serius Usia 50+