KitaBogor – Hujan deras kembali memicu bencana di Kota Bogor. Kali ini, sebuah rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, tiba-tiba ambruk di bagian vital—tepat di kamar tidur dan ruang tengah.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (19/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB itu nyaris menjadi tragedi besar.
Bayangkan, tembok yang seharusnya melindungi justru runtuh saat malam hari—saat penghuni tengah beristirahat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengungkapkan bahwa penyebab utama adalah kombinasi hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk.
Ironisnya, laporan kejadian baru diterima keesokan harinya melalui media sosial.
Saat petugas tiba di lokasi, kerusakan sudah jelas terlihat di dua titik krusial rumah.
Empat jiwa yang tinggal di dalamnya kini harus menghadapi kenyataan pahit—rumah mereka tidak lagi aman untuk dihuni.
Tim BPBD langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, hingga aparat lingkungan setempat.
Penanganan juga melibatkan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkin) Kota Bogor untuk menentukan langkah lanjutan.
Hasilnya: kebutuhan paling mendesak saat ini adalah hunian sementara (huntara).
Di tengah cuaca yang masih tidak menentu, risiko kerusakan lanjutan pun masih mengintai.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras:
bangunan tua dan cuaca ekstrem bisa jadi kombinasi mematikan—kapan saja. (Mur)


