Mimpi kuliah ke Inggris kini tak lagi terasa jauh—bahkan untuk pelajar di Bogor.
KitaBogor – Sebanyak 16 perguruan tinggi asal Inggris langsung “turun tangan” dalam Edufair 2026 bertajuk Dari Bogor ke Inggris, yang digelar di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor. Antusiasme pelajar pun membludak—semua ingin tahu satu hal: benarkah kuliah di Inggris kini makin terjangkau?
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membenarkan bahwa peluang itu semakin terbuka lebar.
Bahkan, menurutnya, biaya kuliah di Inggris tidak selalu semahal yang dibayangkan.
“Biayanya ternyata hampir setara dengan di Indonesia,” ungkapnya—pernyataan yang langsung mematahkan stigma lama soal mahalnya studi luar negeri.
Dalam ajang ini, pelajar dibekali informasi lengkap: mulai dari pilihan kampus, jurusan, biaya, hingga peluang beasiswa.
Artinya, jalur menuju kampus internasional kini semakin jelas—bukan lagi sekadar mimpi.
Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga menunjukkan keseriusannya. Pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pesannya tegas: kesempatan ada, tinggal siapa yang siap mengambilnya.
Perwakilan penyelenggara dari Robert Gordon University, Miranda Nandana, menyebut kehadiran 16 kampus Inggris ini bukan sekadar pameran pendidikan.
Ini adalah upaya nyata membuka wawasan global bagi pelajar Indonesia.
Menariknya, peserta juga bisa langsung mengikuti tes bahasa Inggris gratis—sebuah langkah penting karena kemampuan bahasa menjadi “tiket utama” untuk menembus kampus luar negeri.
Program ini bahkan tidak hanya untuk pelajar sekolah, tetapi juga mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 hingga S3.
Dan ini baru permulaan.
Kegiatan serupa akan kembali digelar pada Mei 2026—artinya peluang masih terbuka.
Di tengah persaingan global yang makin ketat, satu hal jadi jelas:
yang berani melangkah lebih jauh, akan punya keunggulan lebih besar. (Mur)


