KitaBogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengirim sinyal tegas soal kondisi penataan wilayah di Kabupaten Bogor: pengelolaan prasarana dan utilitas tidak bisa lagi berjalan setengah-setengah. Lewat rapat koordinasi besar di Pendopo Bupati, Senin (20/4/2026), Pemkab Bogor mulai mengencangkan langkah untuk membenahi pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang selama ini kerap menjadi sorotan di tengah masyarakat.
Masalahnya bukan hal baru—pengelolaan yang belum terintegrasi sering kali berdampak langsung pada kualitas lingkungan hingga pelayanan publik.
Kini, Pemkab Bogor ingin mengubah itu.
“Kolaborasi antar perangkat daerah jadi kunci,” tegas Rudy.
Pesannya jelas: tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri.
Semua lini pemerintah daerah diminta bergerak dalam satu irama untuk memastikan PSU benar-benar memberi dampak nyata—bukan sekadar program di atas kertas.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar penataan wilayah yang kini tengah digencarkan di berbagai titik di Kabupaten Bogor.
Di tengah pertumbuhan wilayah yang semakin cepat dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, tekanan terhadap infrastruktur dasar pun ikut melonjak.
Jika tidak ditangani serius, dampaknya bisa terasa langsung—mulai dari lingkungan yang semrawut hingga layanan publik yang tidak maksimal.
Karena itu, rapat koordinasi ini bukan sekadar formalitas.
Ini adalah upaya untuk menghasilkan langkah konkret—mulai dari integrasi pengelolaan hingga peningkatan efektivitas di lapangan.
Targetnya jelas: menciptakan wilayah yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat, ini bukan sekadar jargon pembangunan.
Ini soal kualitas hidup sehari-hari. (Mur)


