Kasus Diabetes Naik, Kalbe Dorong Kolaborasi Penanganan Nasional

0
5
Kasus Diabetes Naik, Kalbe Dorong Kolaborasi Penanganan Nasional

KitaBogorKasus diabetes di Indonesia terus meningkat dan menjadi ancaman serius. PT Kalbe Farma Tbk pun mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai solusi strategis untuk menekan angka penderita yang kini mencapai puluhan juta orang.

Kalbe menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri, dan masyarakat dalam menghadapi lonjakan kasus diabetes di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10,9 persen. Angka ini terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

Direktur Kalbe, Mulialie, menyampaikan bahwa penanganan diabetes tidak bisa hanya berfokus pada pengobatan.

“Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga terapi dan edukasi berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata, Kalbe menghadirkan program Kalbe Diabetes Total Solution, yaitu pendekatan terintegrasi yang mencakup seluruh aspek penanganan diabetes dalam satu ekosistem kesehatan.

Langkah ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengendalian penyakit tidak menular.

Kasus Diabetes di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Data terbaru menunjukkan jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta orang pada 2024, bahkan diperkirakan hingga 30 juta orang jika termasuk yang belum terdiagnosis.

Menurut Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan RI, diabetes juga memicu berbagai penyakit serius seperti hipertensi, gagal ginjal, hingga penyakit jantung.

“Peningkatan kasus diabetes berdampak langsung pada beban pembiayaan kesehatan nasional,” jelasnya.

Data BPJS bahkan mencatat kenaikan kasus diabetes hingga 40 persen, serta lonjakan biaya penyakit ginjal hingga 476 persen.

Pencegahan dan Edukasi Jadi Kunci

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Em Yunir, menekankan bahwa diabetes adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang.

Ia menyebut perubahan gaya hidup sehat, skrining rutin, dan edukasi menjadi faktor penting dalam mengendalikan penyakit ini.

“Dengan pengelolaan yang baik, pasien diabetes tetap bisa hidup produktif,” ujarnya.

Lonjakan kasus diabetes menjadi alarm serius bagi Indonesia. Kolaborasi lintas sektor, edukasi berkelanjutan. Serta kesadaran masyarakat untuk hidup sehat menjadi kunci utama dalam menekan angka penyakit ini di masa depan. (Hen)

Previous articleProgram PUPPL Bapanas Tingkatkan Produksi UMKM hingga 4 Kali Lipat
Next articleDedi Mulyadi Resmikan SMAN 3 Jonggol, Akses Pendidikan Meningkat