KitaBogor – Meluapnya anak Sungai Cisadane, yaitu Kali Citempuan karena curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, Jembatan Gobang yang menghubungkan Kampung Gobang dengan Kampung Tarisi, Desa Gobang, Rumpin pun ambruk.
Ambruknya jembatan yang baru selesai dibangun pada dua bulan lalu tersebut terjadi pada Kamis, (16/04/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
“Akibat ambruknya Jembatan Gobang pada tadi pagi, baik itu pejalan kaki, kendaraan roda 2 maupun roda 4 pun tidak bisa melewati. Warga pun kembali menggunakan jembatan gantung atau rawayan yang ada di sebelahnya.” Ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani kepada wartawan.
Muhamad Adam Hamdani menerangkan, bahwa ambruknya Jembatan Gobang karena ada pergeseran struktur tiang jembatan.
“Sebelum ambruk, struktur tiang Jembatan Gobang memang sudah tergerus. Jadi hujan derasnya bukan hanya terjadi pada Rabu kemarin, tetapi juga di hari – hari sebelumnya,” terang Muhamad Adam Hamdani.
Ia menuturkan, selain Jembatan Gobang yang ambruk, satu unit rumah milik warga juga mengalami rusak berat dan satu unit rumah warga lainnya mengalami rusak sedang, hingga ada yang terbawa derasnya arus Kali Citempuan.
“Lima unit rumah lainnya juga terdampak bencana banjir hingga setinggi 1,5 meter pada Rabu sore hingga malam kemarin. Untungnya, atas peristiwa bencana alam ini tidak ada korban luka maupun jiwa,” terangnya. (**)


