Kadin Jabar Temui Wali Kota Bogor, Bahas Proyek Sampah Jadi Listrik hingga Akhiri Dualisme

0
12
Kadin Jabar Temui Wali Kota Bogor, Bahas Proyek Sampah Jadi Listrik hingga Akhiri Dualisme

KitaBogorPertemuan strategis terjadi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Barat bersama Kadin Kota Bogor dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada Senin (13/4/2026). Audiensi yang digelar di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor ini membahas dua isu penting sekaligus: investasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan persiapan Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Kota Bogor untuk mengakhiri dualisme kepengurusan.

Ketua Umum Kadin Jawa Barat periode 2025–2030, Almer Faiq Rusydi, menegaskan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong investasi.

“Kami ingin Kadin menjadi mitra strategis pemerintah. Langkah konkret Pemkot Bogor dalam proyek PSEL ini patut diapresiasi karena menjadi inovasi penting di sektor energi,” ujarnya.

Proyek PSEL sendiri dinilai sebagai solusi masa depan dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, pertemuan ini juga menyoroti dinamika internal organisasi Kadin Kota Bogor. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Keorganisasian Kadin Jabar, Rio F Wilantara, menyampaikan. Bahwa masa kepengurusan Kadin Kota Bogor akan segera berakhir pada April 2026.

Sesuai aturan organisasi, Mukota direncanakan digelar dalam dua bulan ke depan. Sebagai langkah untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar dan inklusif.

“Pak Wali memberikan arahan agar seluruh elemen pengusaha. Termasuk pemegang KTA dan pelaku UMKM, dapat dirangkul dalam satu semangat kolaborasi,” jelas Rio.

Pemerintah Kota Bogor pun berharap tidak ada lagi perpecahan di tubuh organisasi pengusaha tersebut. Semua pihak didorong untuk bersatu demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, agenda audiensi juga mencakup sosialisasi Surat Keputusan terbaru dari Kadin Indonesia. Guna memastikan arah organisasi tetap selaras secara nasional.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan Kota Bogor dapat semakin maju, baik dari sisi investasi maupun penguatan ekonomi berbasis pelaku usaha lokal. (Mur)

Previous articleMQK 2026 Digelar, Santri Bogor Unjuk Kemampuan Kitab Kuning
Next articleMurah Banget! Naik Kereta ke Purwakarta Cuma Rp8 Ribuan, Ini Rutenya