KitaBogor – Wakil Menteri Dalam Negeri (Bima Arya) melakukan peninjauan langsung pelaksanaan sistem Work From Home (WFH) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, Jumat (10/4/2026).
Dalam kunjungannya, Bima Arya didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, untuk memantau langsung sistem kerja ASN berbasis digital melalui aplikasi e-Kinerja dan Simpeg milik Pemkot Bogor.
Peninjauan dilakukan mulai dari Balai Kota, Sekretariat Daerah, hingga ke Kelurahan Paledang dan rumah ASN yang sedang menjalankan WFH. Uniknya, pemantauan juga dilakukan menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari dorongan efisiensi energi.
Bima Arya mengapresiasi penerapan sistem WFH di Kota Bogor yang dinilai sudah tertata dengan baik dan berbasis teknologi. Menurutnya, sistem absensi berbasis lokasi membantu memastikan ASN tetap bekerja sesuai aturan meskipun dari rumah.
Ia menegaskan bahwa pengawasan digital menjadi kunci penting dalam memastikan kinerja ASN tetap optimal selama WFH berlangsung. Jika terjadi pelanggaran, akan ada sanksi berupa pengurangan tunjangan kinerja.
Sementara itu, ASN yang tetap bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) diimbau untuk memaksimalkan transportasi publik, sepeda, atau kendaraan listrik guna mendukung efisiensi dan ramah lingkungan.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan bahwa sekitar 1.054 ASN atau 9 persen dari total pegawai menjalankan skema WFH untuk level eselon III ke bawah. Seluruh proses dipantau secara ketat melalui sistem digital, termasuk absensi tiga kali sehari dan laporan kerja rutin.
Menurut Pemkot Bogor, penerapan WFH berbasis teknologi ini tidak hanya meningkatkan disiplin kerja, tetapi juga memberikan dampak efisiensi signifikan. Penghematan biaya listrik, air, dan BBM diperkirakan mencapai hampir Rp900 juta per bulan.
Dengan sistem ini, Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang mulai mengadopsi pola kerja fleksibel berbasis digital dengan tetap menjaga akuntabilitas dan efektivitas kinerja ASN. (Mur)


