KitaBogor – Program Sekolah Energi resmi diluncurkan di Bogor sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor energi terbarukan dan berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara OnePulse, Rumah Berguna Solution, Digikademi, Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, serta Pemerintah Kota Bogor.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menilai peluncuran ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan konsep green city melalui sektor pendidikan. Ia menyebut, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim menjadi momentum penting dalam mendorong penerapan energi hijau di lingkungan sekolah.
Menurut Herry, krisis energi global yang dipicu berbagai dinamika, termasuk konflik geopolitik, semakin menegaskan pentingnya pengembangan energi alternatif. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran kunci dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Project Lead OnePulse Indonesia, Fauzia Hafida Rahmah, menjelaskan. Bahwa Sekolah Energi hadir untuk menjawab kebutuhan green talent. Dalam mendukung target transisi energi nasional menuju 23 persen energi terbarukan pada 2030.
Ia menyebut terdapat tiga faktor utama dalam percepatan transisi energi, yaitu teknologi, investasi, dan talenta. “Untuk teknologi sudah banyak berkembang dan investasi juga terus meningkat. Namun, penguatan talenta menjadi fokus yang ingin kami dorong melalui program ini,” ujarnya.
Program Sekolah Energi menyasar siswa SMA hingga mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai energi terbarukan. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk melanjutkan studi di bidang energi, baik di dalam maupun luar negeri.
Sebagai tahap awal, Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School ditetapkan sebagai sekolah percontohan. Direktur Pendidikan, Ari Rosandi, menyatakan program ini sejalan dengan penguatan pendidikan berbasis STEM. Dan penting dalam membekali siswa menghadapi tantangan energi dan lingkungan.
Kegiatan peluncuran turut menghadirkan diskusi bertema energi hijau dengan melibatkan lembaga global seperti Rocky Mountain Institute, World Resources Institute, dan ASEAN Centre for Energy.
Ke depan, Kota Bogor diharapkan menjadi model pengembangan program serupa di berbagai daerah, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang siap memimpin transisi menuju energi bersih di Indonesia. (Mur)


