KitaBogor – Polsek Babakan Madang akan memanggil penyelenggara ajang lomba lari train Lebarun Sentul Ultra Trail Running Academy pada Sabtu, 28 Maret kemarin.
Pihak jajaran Sentul Ultra Trail Running Academy akan dimintai keterangan, atau menjalani Berita Acara Informasi (BAI). Pasca meninggalnya peserta Lebarun yaitu Roysi Adipura Firdaus.
“Kami akan melakukan BAI, dengan memanggil pihak penyelenggara Lebarun. Karena adanya korban meninggal dunia dalam ajang tersebut,” ujar Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro kepada wartawan, Jumat, 3 April 2026.
Alumni Akpol Tahun 2016 ini menjelaskan. Bahwa sebelumnya Sentul Ultra Trail Running Academy tidak melakukan permohonan perijinan ke Polsek Babakan Madang maupun Polres Bogor.
Oleh karena itu tidak ada kajian kelayakan acara dari pihaknya. Polsek Babakan Madang bahkan juga kaget akan kejadian akan tewasnya peserta Lebarun.
“Untuk melihat apakah ada kelalaian dalam penyelenggaraan Lebarun, kami akan memanggil dan meminta keterangan panitia penyelenggara. Apakah di olahraga ekstrim yang rawan kecelakaan ini, standar dan prosedurnya dilaksanakan. Seperti adanya pemeriksaan kesehatan, baik saat pendaftaran maupun di lokasi check – check point yang sudah ditentukan sebelumnya,” jelas AKP Trias Karso Yuliantoro.
AKP Trias Karso Yuliantoro menuturkan, bahwa pihaknya cukup kesulitan menindak lanjuti permasalahan ini. Karena keluarga almarhum Roysi Adipura Firdaus tidak melakukan pelaporan ke Polsek Babakan Madang atau Polres Bogor.
“Kemarin keluarga korban menerima akan tewasnya Roysi Adipura Firdaus, itu yang membuat kami tidak langsung memanggil dan meminta keterangan pihak panitia penyelenggara,” tuturnya. (**)


