KitaBogor – Sejarah baru tercipta ketika bahasa Indonesia resmi digunakan di Vatican News setelah penandatanganan MoU antara Konferensi Waligereja Indonesia dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Momentum ini menjadi tonggak penting diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Inisiatif ini bermula dari gagasan AM Putut Prabantoro bersama Lucius Gora Kunjana sejak 2022. Ketua Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia, Asni Ovier Dengen Paluin, menyebut pencapaian ini sebagai hasil perjuangan panjang yang penuh kesabaran dan kolaborasi lintas pihak.
Perjalanan menuju pengakuan ini melibatkan peran penting diplomasi Indonesia melalui Laurentius Amrih Jinangkung yang pertama kali menerima usulan resmi, serta dilanjutkan oleh M Trias Kuncahyono. Dukungan Kedutaan Besar RI memastikan komunikasi dengan Vatikan terus berjalan hingga tahap final.
Momen penting terjadi pada November 2022 saat delegasi PWKI beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Dalam pertemuan itu, Paus menegaskan peran strategis Indonesia sebagai salah satu negara pengirim biarawan dan biarawati terbesar di dunia, memperkuat relevansi penggunaan bahasa Indonesia di Vatikan.
Menurut Mayong Suryo Laksono, penggunaan bahasa Indonesia bukan sekadar simbol, tetapi kebutuhan nyata. Indonesia memiliki populasi besar, jumlah peziarah signifikan, serta kontribusi kuat dalam kehidupan religius global. Bahkan dalam Yubelium 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah peziarah terbanyak kedua setelah Italia.
Kesepakatan MoU yang diteken pada 2026 menjadi kunci utama realisasi penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News. Sebelumnya, Vatikan menegaskan bahwa penggunaan bahasa resmi hanya dapat dilakukan melalui perjanjian formal.
Langkah ini juga sejalan dengan visi hubungan internasional Presiden Prabowo Subianto yang menekankan diplomasi berbasis persahabatan global. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia ini sekaligus menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Vatikan.
Bagi PWKI, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan organisasi, tetapi simbol pengakuan dunia terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Kini, bahasa Indonesia hadir sebagai jembatan komunikasi global, membawa pesan persahabatan, toleransi, dan identitas bangsa ke panggung internasional. (Mur)


