KitaBogor – Bagi warga Desa Malasari, perubahan ini terasa seperti mimpi yang akhirnya jadi nyata.
Dulu, kawasan Nirmala di Kecamatan Nanggung dikenal sebagai wilayah yang sulit dijangkau. Jalan rusak, berbatu, dan berlumpur saat hujan membuat aktivitas warga terbatas, bahkan terkesan terisolasi dari dunia luar.
Namun kini, semuanya berubah.
Di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto, pembangunan Jalan Nirmala menghadirkan wajah baru bagi desa tersebut. Jalan yang dulunya sulit dilalui kini telah mulus, nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Perubahan ini bukan sekadar soal infrastruktur. Ini tentang harapan yang akhirnya terjawab.
Saat libur Lebaran, suasana Desa Malasari mendadak ramai. Kendaraan dari berbagai daerah berdatangan, membawa wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Hamparan kebun teh yang hijau berpadu dengan udara sejuk pegunungan menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Banyak yang menyebut, suasananya kini mulai terasa seperti kawasan Puncak saat akhir pekan.
Bagi warga, keramaian ini membawa kebahagiaan tersendiri. Bukan hanya karena desanya mulai dikenal, tetapi juga karena roda ekonomi mulai bergerak.
Warung-warung kecil ramai pembeli, aktivitas warga meningkat, dan peluang usaha mulai terbuka.
“Baru sekarang kami merasakan perubahan seperti ini,” ujar salah satu warga dengan penuh rasa syukur.
Lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak—sesuatu yang dulu hanya bisa dibayangkan.
Pembangunan Jalan Nirmala juga menjadi penghubung penting antara Bogor dan Sukabumi, sekaligus membuka pintu bagi kemajuan wilayah yang sebelumnya tertinggal.
Kini, Desa Malasari bukan lagi tempat yang jauh dan sulit dijangkau. Ia telah bertransformasi menjadi destinasi wisata yang hidup—penuh harapan, peluang, dan cerita baru bagi warganya. (Mur)


