Aksi Solidaritas Budaya, Tribute to Tongkonan Toraya Digelar di Puncak

0
9
Aksi Solidaritas Budaya, Tribute to Tongkonan Toraya Digelar di Puncak

KitaBogorSuasana berbeda terlihat di ruas Jalan Raya menuju Puncak–Cianjur pada Minggu sore (15/3/2026). Di kawasan Nyawang Alas Kopi dan Ingkung, Jl. Raya Puncak, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Digelar sebuah peristiwa budaya bertajuk “Tribute to Tongkonan Toraya” yang menarik perhatian warga dan para pengguna jalan.

Kegiatan seni dan budaya tersebut berlangsung meriah namun tetap khidmat. Para seniman dan pegiat budaya yang tergabung dalam berbagai komunitas berkumpul untuk menyuarakan solidaritas dan kepedulian. Terhadap peristiwa penghancuran Tongkonan Toraja yang terjadi baru-baru ini.

Acara ini digagas oleh komunitas Ge’llu Toraya, SEBA, serta sejumlah komunitas seni lainnya. Seperti Layung Jagat, galeri lukis Rumah Cinta Damai , dan jaringan pegiat budaya lintas daerah. Melalui pertunjukan seni, mereka mengekspresikan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara sekaligus menyuarakan pentingnya menjaga simbol-simbol tradisi.

Aksi Solidaritas Budaya, Tribute to Tongkonan Toraya Digelar di Puncak

Selain menjadi aksi solidaritas budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju The 4fourth Toraja in Art and Culture Festival: Doa Ma’Gellu – Tongkonan. Yang akan digelar pada 28–29 April 2026 di Amphitheater Buntu Sarira, Tana Toraja, sekaligus menyambut peringatan Hari Tari Dunia.

Beragam kegiatan dan karya seni, mulai dari workshop, hingga pertunjukan digelar dalam kegiatan tersebut. Penampil pertama, tari Toraja : Page’llu Tua dibawakan oleh Nurul dan Hesti Nona Palalangan tanpil sangat nemukau. Dilanjutkan dengan Tari Topeng Kelana Priangan oleh Galaxi Production dari Bekasi. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi yang mengangkat tema Tongkonan dan kebudayaan Toraja.

Kolaborasi seni juga tampak dalam sajian Tari Kontemporer yang memadukan gerak Page’llu Tua dengan live painting oleh Rotua Magdalena dan Dhany Swara. Atraksi ini semakin hidup dengan iringan musik etnik dari kelompok Layung Jagat yang menghadirkan nuansa artistik dan spiritual khas Nusantara.

Dalam sambutannya, perwakilan panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan simbol identitas masyarakat Toraja yang diwujudkan melalui Tongkonan.

Sejumlah tokoh dan komunitas turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Judi Wahjudin, M.Hum selaku Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Budaya Kementrian Kebudayaan RI, tuan rumah Nyawang Alas Kopi dan Ingkung Pranky, Asep Jurasep, serta tamu undangan dari berbagai komunitas seperti Bogor Wanita Berkebaya (BWB), Jangkar Jiwa, Wayang Beber Depok, SEBA, dan beberapa perwakilan mahasiswa dari UKM UNJ.

Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama para peserta dan tamu undangan. Para hadirin menikmati hidangan khas dari Nyawang Alas Kopi dan Ingkung, menutup rangkaian kegiatan budaya yang hangat dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan. (Ckr03)

Previous articleDishub Bogor Pastikan 15 Kendaraan Angkutan Mudik Laik Jalan Lewat Ramcek Bersama Tim Audit
Next articleKonsisten Terapkan Keselamatan Kerja, Sarihusada Sabet Penghargaan HSE 2026